Sinyal 4G Hadir di Desa Perbatasan Indonesia-Timor Leste

Kompas.com - 14/11/2020, 17:03 WIB
Warga yang diwakili oleh Tokoh Masyarakat Oepoli, Romo Januarion Gonzaga, melakukan uji coba sinyal 4G LTE Telkomsel melalui virtual conference bersama team Telkomsel. Dok TelkomselWarga yang diwakili oleh Tokoh Masyarakat Oepoli, Romo Januarion Gonzaga, melakukan uji coba sinyal 4G LTE Telkomsel melalui virtual conference bersama team Telkomsel.

KOMPAS.com - Telkomsel resmi mengumumkan kehadiran BTS 4G LTE di Oepoli, Desa Netemnanu Utara, Kecamatan Amfoang Timur, Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Desa tersebut berada di perbatasan Indonesia dengan Timor Leste. Infrastruktur tersebut sudah mulai beroperasi dan dinikmati oleh masyarakat setempat sejak awal November 2020.

Upaya ini menjadi bagian dari komitmen Telkomsel untuk mendorong pemerataan akses broadband terdepan untuk mendukung aktivitas digital masyarakat, termasuk di daerah terdepan, terpencil, dan tertinggal (3T) serta wilayah perbatasan negara.

Baca juga: Telkomsel Luncurkan Paket Halo Unlimited, Harga Mulai Rp 100.000

BTS 4G LTE Telkomsel di Oepoli, Desa Netemnanu Utara, Kecamatan Amfoang Timur, Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur.Dok Telkomsel BTS 4G LTE Telkomsel di Oepoli, Desa Netemnanu Utara, Kecamatan Amfoang Timur, Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur.
"Ke depan, kami akan memperkuat upaya pemerataan akses 4G LTE di seluruh Indonesia," kata VP Network Operation and Quality Management Area Jawa Bali Telkomsel Samuel Pasaribu dalam keterangan tertulis yang diterima KompasTekno, Sabtu (14/11/2020)

Proses pembangunan BTS di Oepoli berawal dari laporan yang diterima Telkomsel dari masyarakat setempat, mengenai kebutuhan akan akses broadband di lokasi tersebut.

Sehari-hari, masyarakat hanya bisa mengakses internet lewat jaringan Telemor, operator dari Timor Leste.

Maka dari itu, Telkomsel memutuskan untuk mengoperasikan BTS 4G LTE, setelah melakukan evaluasi kondisi geografis dan infrastruktur di kawasan tersebut.

Oepoli sendiri merupakan daerah berpenduduk 2.000 jiwa. Butuh waktu sekitar sembilan jam untuk sampai ke sana, melalui jalur darat dari Kota Kupang.

“Kami merasa bersyukur karena bisa memanfaatkan jaringan internet ini untuk hal-hal baik, terlebih untuk urusan pendidikan,” ucap tokoh masyarakat Oepoli, Romo Januario Gonzaga (Romo Janu).

Baca juga: BTS Telkomsel di Wilayah Terluar RI Di-upgrade dengan 4G

Sementara SATGAS PAMTAS RI-RDTL YON ARMED 3/105 TARIK DANKIPUR II, Kapten Arm Warih Wiono mengatakan, pihaknya merasa senang dan menyambut baik kehadiran jaringan broadband terdepan di daerah perbatasan Republik Indonesia dengan Timor Leste ini.

"Ini menjadi berkah bagi kami para petugas dalam menyampaikan informasi saat menjalani kewajiban maupun untuk terhubung dengan keluarga dan orang-orang terdekat,” ujar dia.

Sebelumnya, Telkomsel juga telah melakukan berbagai upaya perluasan ketersediaan 4G LTE secara menyeluruh, seperti penyediaan COMBAT di Desa Pasiah Laweh (Sumatera Barat) dan Desa Woloklibang (NTT), pemasangan repeater khusus di Desa Petir (DIY), dan pembangunan BTS di Desa Nain (Sulawesi Utara).

Ke depan, Telkomsel berkomitmen untuk menjalankan lebih banyak inisiatif serupa, yang sekaligus menjadi bentuk dukungan terhadap Kementerian Komunikasi dan Informatika yang mengupayakan ketersediaan jaringan 4G di seluruh desa di Indonesia pada 2022.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X