Pengembang Aplikasi Muslim Pro Angkat Bicara Terkait Tuduhan Jual Data Pengguna

Kompas.com - 18/11/2020, 13:30 WIB
Aplikasi Muslim Pro KOMPAS.com/ConneyStephanieAplikasi Muslim Pro

KOMPAS.com - Baru-baru ini beredar laporan yang menyebut bahwa militer AS diduga telah membeli data lokasi yang dikumpulkan dari aplikasi panduan ibadah, Muslim Pro.

Muslim Pro merupakan aplikasi yang menyediakan fitur seperti pengatur waktu salat, pengingat adzan, dan Al-Qur'an dengan terjemahan.

Menanggapi laporan tersebut, pihak pengembang aplikasi Muslim Pro akhirnya angkat bicara terkait tudingan yang disebutkan.

Pengembang Muslim Pro mengatakan bahwa pihaknya tidak pernah sekalipun menjual atau membagikan data lokasi penggunanya untuk kepentingan operasi khusus di AS.

"Privasi pengguna adalah prioritas utama Muslim Pro. Sebagai salah satu aplikasi Muslim paling tepercaya selama 10 tahun terakhir, kami mematuhi standar privasi dan peraturan perlindungan data yang paling ketat, dan tidak pernah membagikan identitas pribadi apa pun," kata pihak Muslim Pro. 

Baca juga: Ratusan Aplikasi Android Terjangkit Malware Mata-mata dan Pencuri Data

Pengembang aplikasi tersebut juga mengatakan tengah melakukan penyelidikan internal dan meninjau kebijakan tata kelola data untuk memastikan bahwa semua data pengguna ditangani sesuai dengan persyaratan yang ada.

Selain itu, pihak Muslim Pro juga menegaskan akan mengakhiri kerja sama dengan pihak ketiga. Termasuk perusahaan bernama X-Mode yang disebut mengalirkan data pengguna Muslim Pro ke militer AS.

"Kami akan terus mengambil semua tindakan yang diperlukan untuk memastikan bahwa pengguna kami dapat menjalankan ibadah mereka dengan ketenangan pikiran, yang tetap menjadi satu-satunya misi sejak Muslim Pro dibuat," lanjut pihak Muslim Pro.

Beberapa waktu lalu, hasil investigasi media asal AS, Motherboard, menemukan bukti lain yang menyatakan bahwa Muslim Pro telah mengirimkan data lokasi tersebut kepada X-Mode yakni perusahaan yang bergerak di bidang pengelolaan data lokasi.

Motherboard juga mengatakan bahwa Muslim Pro tidak menyebutkan X-Mode dalam kebijakan privasinya. Sehingga, pengguna tidak mengetahui jika aplikasi tersebut telah mengirimkan data lokasi ke X-Mode.

Baca juga: Kasus Kebocoran Data Marak Terjadi, Bisakah Konsumen Menuntut?

Konon, kumpulan data lokasi pengguna Muslim Pro dijual oleh X-Mode ke sejumlah pihak, termasuk Departemen Pertahanan AS.

Dalam sebuah pernyataan, Senator AS, Ron Wyden mengatakan kepada Motherboard bahwa X-Mode memang menjual data lokasi yang diambil ponsel di wilayah Amerika Serikat ke militer AS.

"Dalam panggilan telepon September lalu, pengacara X-Mode mengonfirmasi bahwa perusahaan telah menjual data yang dikumpulkan dari pengguna ponsel di Amerika Serikat ke militer AS melalui departemen pertahanan," ungkap Wayden.

Sebagaimana dihimpun KompasTekno dari Vice News, Rabu (18/11/2020), aplikasi Muslim Pro diklaim telah diunduh oleh lebih dari 50 juta kali di Google Play Store. Sementara total keseluruhannya disebut sudah lebih dari 98 juta unduhan baik di platform Android maupun iOS.

Baca juga: Viral Modus Baru Pencurian Data Pribadi lewat Marketplace, Begini Antisipasinya




25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X