Pesawat Boeing B737 MAX Resmi Boleh Terbang Lagi

Kompas.com - 19/11/2020, 13:01 WIB
Pesawat generasi terbaru Boeing 737 MAX 8 saat terbang untuk pertama kalinya di Renton, Washington, Amerika Serikat, 29 Januari 2016. Pesawat ini merupakan seri terbaru dan populer dengan fitur mesin hemat bahan bakar dan desain sayap yang diperbaharui. AFP PHOTO/GETTY IMAGES/STEPHEN BRASHEARPesawat generasi terbaru Boeing 737 MAX 8 saat terbang untuk pertama kalinya di Renton, Washington, Amerika Serikat, 29 Januari 2016. Pesawat ini merupakan seri terbaru dan populer dengan fitur mesin hemat bahan bakar dan desain sayap yang diperbaharui.
|
Editor Oik Yusuf

KOMPAS.com - Otoritas penerbangan Amerika Serikat ( FAA) resmi mencabut status grounded atau larangan terbang untuk seri pesawat B737 MAX buatan Boeing. Pengumuman itu dimuat di situs resmi FAA pada pada Rabu (18/11/2020).

Administrator FAA, Steve Dickson telah menandatangani surat pernyataan yang mengizinkan pesawat Boeing 737 MAX untuk digunakan lagi melayani penerbangan komersil.

FAA mengklaim telah melakukan proses tinjauan keamanan yang komprehensif dan metodis selama 20 bulan terakhir, dengan mengidentifikasi dan mengatasi masalah keselamatan di B737 MAX, terutama software Maneuvering Characteristics Augmentation System (MCAS).

Baca juga: Ini Fitur yang Dirahasiakan Boeing, Berkontribusi pada Kecelakaan Lion Air JT610?

Bahkan, Dickson turun langsung ke lapangan, menerbangan B737 MAX dengan software MCAS yang telah diupdate.

Terkait upgrade software MCAS, yang dilakukan Boeing adalah mengubah keseluruhan arsitektur software pengontrol penerbangan itu, sehingga sistem kini menggunakan dua komputer, alih-alih hanya satu.

Dengan demikian, komputer MCAS kini menerima input dari dua sensor di masing-masing sisi pesawat. Selain itu materi pelatihan bagi pilot B737 MAX juga telah diperbarui, termasuk penanganan yang harus dilakukan jika terjadi runaway stabilizer.

Boeing sendiri menyambut baik keputusan FAA yang mengizinkan B737 MAX terbang komersil kembali.

Langkah ini memungkinkan maskapai-maskapai yang berada di bawah yurisdiksi FAA, termasuk di AS, mengambil langkah yang diperlukan untuk memulai lagi penerbangan dengan B737 MAX. Boeing juga bisa melanjutkan pengiriman pesawat yang selama ini mangkrak.

“Kami tidak akan melupakan nyawa yang hilang akibat dua kecelakaan tragis yang menyebabkan penghentian operasi,” ujar CEO Boeing, David Calhoun dalam keterangan resmi di situs Boeing.

Sebelumnya, B737 Max dilarang terbang di seluruh dunia selama 20 bulan sejak Maret 2019, menyusul dua kecelakaan fatal, Lion Air nomor penerbangan JT610 dan Ethiopian penerbangan ET302, yang menewaskan 346 penumpang dan awak pesawat.

Baca juga: Boeing Sebut Lion Air Idiot karena Minta Training di Simulator B737 MAX

“Peristiwa ini dan pelajaran yang telah kami peroleh, telah membentuk kembali perusahaan kami dan selanjutnya memusatkan perhatian kami pada nilai inti kami, yaitu keselamatan, kualitas, dan integritas,” lanjut Boeing.

Setelah FAA mencabut larangan terbang ini, maka maskapai-maskapai yang mengoperasikan B737 MAX di armadanya diharuskan melakukan update software B737 MAX sesuai petunjuk Boeing, dan memberikan pelatihan ulang kepada pilot-pilotnya.

Proses ini diperkirakan membutuhkan waktu sekitar 30 hari, sebelum pesawat benar-benar boleh terbang.

Di Indonesia, dua maskapai diketahui mengoperasikan B737 MAX 8, yaitu Lion Air dengan jumlah sepuluh pesawat, dan Garuda Indonesia dengan jumlah satu pesawat.



Sumber FAA
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X