Kompas.com - 23/11/2020, 08:24 WIB
Penulis Bill Clinten
|

KOMPAS.com - Tahun 2021 agaknya merupakan tahun yang baik untuk para pengembang (developer) aplikasi iOS yang mendaftarkan aplikasinya di App Store.

Pasalnya, dalam sebuah pengumuman di blog resmi, Apple bakal meringankan potongan pendapatan dari segala transaksi yang terjadi di App Store, dari semula 30 persen menjadi 15 persen.

Dengan demikian, para developer bakal mendapatkan porsi uang yang lebih banyak, apabila pengguna membeli aplikasi besutannya atau melakukan transaksi di dalam aplikasi (in-app purchase) mereka.

Tujuan ini tak lain adalah membantu para developer baru untuk berkembang di tahun depan.

Apple sendiri menyebut program teranyar ini dengan julukan "App Store Small Business Program". Adapun kebijakan ini bakal efektif mulai 1 Januari 2021 mendatang.

"Bisnis kecil adalah tulang punggung ekonomi global dan merupakan pusat inovasi di berbagai komunitas di seluruh dunia," ujar CEO Apple, Tim Cook, sebagaimana dikutip KompasTekno dari AppleNewsroom, Senin (23/11/2020).

"Program ini diluncurkan untuk membantu pelaku bisnis kecil (UMKM) untuk berkembang melalui aplikasi lewat layanan App Store," imbuh Cook.

Hanya developer "kecil"

Meski demikian, program ini tidak berlaku bagi seluruh developer yang membuat aplikasi untuk platform iOS di App Store.

Menurut Apple, pengembang yang berhak mendapatkan keringanan potongan revenue aplikasi adalah mereka yang pendapatannya tercatat kurang dari 1 juta dolar AS (sekitar Rp 14,2 miliar) di tahun 2020.

Artinya, seluruh developer yang pendapatannya di atas angka tersebut, tiap revenue dari in-app purchase yang didapatkan di seluruh aplikasi buatan mereka masih akan dipotong oleh Apple sebesar 30 persen sepanjang tahun 2021.

Namun, apabila developer tersebut memiliki revenue yang kurang dari 1 juta dolar AS di tahun 2021, alias pendapatannya turun, maka mereka berhak mengikuti program App Store Small Business di tahun 2022.

Hal itu juga berlaku bagi para developer yang sudah menikmati potongan revenue aplikasi 15 persen sepanjang 2021. Apabila pendapatan totalnya meroket ke atas 1 juta dolar AS di 2021, maka mereka kembali bakal dikenakan potongan 30 persen pada 2022.

Informasi selengkapnya mengenai program ini, berikut persyaratan lainnya, dijanjikan bakal dirilis Apple sekitar bulan Desember mendatang.

Baca juga: Apple Bayar Denda Rp 1,6 Triliun Setelah Sengaja Bikin iPhone Lemot

Sempat dikeluhkan

Sebagai informasi, kebijakan anyar ini tampaknya merupakan angin segar bagi para pengembang aplikasi iOS (App Store).

Pasalnya, beberapa pengembang sempat mengeluhkan kebijakan potongan pembelian aplikasi dan in-app purchase sebesar 30 persen yang diterapkan Apple.

Tak banyak pula yang menyebut kebijakan tersebut memberatkan para developer lantaran tidak adil. 

Bahkan, gara-gara potongan yang cukup besar ini, Epic Games sempat mengeluarkan opsi pembayaran baru (direct payment) di game Fortnite yang menyeleweng dari aturan Apple, hingga akhirnya aplikasi tersebut "ditendang" dari App Store hingga kini.

Baca juga: Drama Fortnite vs Apple-Android, Ini Kerugian yang Harus Diketahui Gamer

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.