KFC di China Jualan Ayam Goreng Keliling Pakai Mobil Tanpa Sopir

Kompas.com - 23/11/2020, 18:29 WIB
Kendaraan otonom yang menjajakan produk makanan KFC Twitter/@shanghainekoKendaraan otonom yang menjajakan produk makanan KFC

KOMPAS.com - Dalam menghadapi pandemi Covid-19, sejumlah perusahaan menciptakan inovasi baru. Salah satunya seperti yang dilakukan oleh perusahaan makanan cepat saji KFC di China.

Restoran cepat saji yang terkenal akan ayam gorengnya ini turun ke jalan untuk menjajakan makanannya secara langsung kepada para pelanggan. Uniknya, KFC tidak mengandalkan tenaga manusia, melainkan sebuah kendaraan otonom atau tanpa sopir (self-driving car) dengan memanfaatkan jaringan 5G.

Kendaraan canggih itu kedapatan tengah beroperasi di depan Stasiun Metro di pinggir kota Shanghai, China. Kendaraan otonom tersebut merupakan hasil kerja sama KFC dengan Neolix, sebuah produsen kendaraan kecil tanpa awak.

Untuk membeli makanan dari kendaraan ini, pengguna cukup memilih menu yang diinginkan melalui layar yang tersedia. Proses pembayaran kemudian akan dilakukan menggunakan QR-code yang tersedia.

Baca juga: Kronologi Tabrakan Perdana Mobil Tanpa Sopir Buatan Apple

Setelah kedua proses tersebut dilakukan, kendaraan ini akan secara otomatis menyajikan makanan sesuai menu yang dipesan.

Dengan demikian, pembeli juga dapat meminimalisasi terjadinya kontak dengan orang lain guna mencegah persebaran Covid-19. 

Proses pemesanan makanan di kendaraan otonom KFCTwitter/@shanghaineko Proses pemesanan makanan di kendaraan otonom KFC

Kendaraan tersebut diciptakan untuk membantu proses penjualan makanan, melakukan patroli, dan melakukan pengiriman barang secara otomatis. Selama pandemi Covid-19, kendaraan otonom itu bahkan digunakan untuk melakukan desinfeksi di jalan raya.

Mobil otonom tersebut identik dengan mobil yang digunakan rumah sakit di Thailand. Thailand menggunakan mobil itu untuk mengirimkan obat-obatan dan peralatan medis.

Selain KFC, Neolix bekerja sama dengan Pizza Hut dengan menciptakan layanan restoran keliling.

Baca juga: Bos Google Sebut AI Harus Diatur Regulasi

Dihimpun KompasTekno dari SoyaCincau, Senin (23/11/2020), kendaraan buatan Neolix ini merupakan mobil otonom level empat. Sebagai informasi, kendaraan otonom sendiri memiliki perbedaan tingkat. Semakin tinggi tingkatannya, semakin canggih mobil tersebut.

Pada level empat, kendaraan otonom sudah memiliki kemampuan untuk mengintervensi keadaan darurat.

Teknologi mobil otonom pada level ini juga dapat bekerja optimal tanpa interaksi dengan manusia selama waktu berkendara. Namun, mobil otonom pada level ini masih beroperasi dalam lingkungan yang terbatas.

Neolix juga membekali kendaraan ini dengan dukungan sensor LIDAR dan GPS, yang memungkinkan kendaraan untuk bisa mengenali dan menghindari rintangan di jalanan.

Dengan jarak tempuh hingga 100 km, kendaraan ini diketahui dapat melaju dengan kecepatan maksimum 50 km per jam.

Baca juga: Sinyal 5G Sudah Hadir di Gunung Everest




Sumber Soyacincau
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X