Ekonomi Digital Indonesia Diprediksi Capai Rp 624 Triliun pada 2020

Kompas.com - 24/11/2020, 13:57 WIB
Ilustrasi E-commerce SHUTTERSTOCKIlustrasi E-commerce

KOMPAS.com - Ekonomi digital di Indonesia diprediksi tetap meningkat di tengah pandemi Covid-19. Pada 2020, ekonomi digital Indonesia diperkirakan akan mencapai 44 miliar dollar AS atau sekitar Rp 624 triliun dari total produk domestik bruto (GDP).

Prediksi itu merujuk pada laporan e-Conomy SEA yang dihimpun Google, Temasek, dan Bain & Company berjudul “At full velocity: Resilient and Racing Ahead".

Managing Director Google Indonesia Randy Jusuf mengatakan, meskipun di masa pandemi, Indonesia masih menjadi negara dengan ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara.

"Angka pertumbuhannya masih double digit, yakni 11 persen," kata Randy saat memaparkan laporan e-Conomy SEA yang digelar secara online, Selasa (24/11/2020).

Baca juga: Google Maps Update Sejumlah Fitur Terkait Informasi Covid-19

Randy menambahkan, pada tahun 2025, ekonomi digital di Indonesia akan tumbuh pesat hingga diprediksi mencapai 124 miliar dollar AS (Rp 1.760 triliun). Prediksi ini menurun dari laporan serupa tahun 2019 yang juga dihimpun oleh Google dan Temasek.

Sebelumnya, diprediksi pendapatan ekonomi digital di Indonesia akan mencapai 130 miliar dollar AS pada 2025. Randy menjelaskan perubahan estimasi tersebut ini merupakan dampak dari pandemi Covid-19 yang sebelumnya tidak terprediksi.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Ketika melakukan riset tahun 2019, tentu tidak tahu kalau akan ada Covid dan tentu saja itu (Covid-19) mempengaruhi cukup dalam (bagi pelaku ekonomi) seperti ke online travel dan ride hailing," jelas Randy.

Travel dan transportasi online terpukul

Layanan online travel di Indonesia menjadi salah satu yang paling terpukul tahun ini. Dalam laporan Google, Temasek, dan Bain & Company, online travel mengalami penurunan sebanyak 68 persen.

Senasib dengan online travel, sektor transportasi online dan pesan-antar makanan juga turun 18 persen di tahun 2020. Randy menjelaskan, pembatasan wilayah yang diberlakukan beberapa daerah menjadi faktor penurunan penggunaan layanan transportasi online.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X