Jenis-jenis Layanan Online Ini Tumbuh Pesat di Indonesia Saat Pandemi

Kompas.com - 24/11/2020, 17:07 WIB
Ilustrasi SHUTTERSTOCKIlustrasi

KOMPAS.com - Pandemi covid-19 melumpuhkan ekonomi di banyak negara dunia, tak terkecuali Indonesia. Namun, ekonomi di sektor digital terus menggeliat.

Dari semua layanan online berbasis internet, e-commerce, media streaming video dan musik, serta gaming mengalami pertumbuhan yang pesat.

Laporan terbaru e-Conomy SEA dari Google, Temasek, dan Bain & Company, “At full velocity: Resilient and Racing Ahead", memprediksi nilai sektor e-commerce Indonesia akan tumbuh 54 persen sehingga mencapai 32 miliar dollar AS atau sekitar Rp 454 triliun di tahun 2020.

Baca juga: Ekonomi Digital Indonesia Diprediksi Capai Rp 624 Triliun pada 2020

Pada tahun 2019, nilai dari sektor e-commerce diketahui sebesar 21 miliar dollar AS.

Jumlah supplier lokal juga meningkat lima kali lipat dari masyarakat yang coba berjualan secara online di e-commerce. Dalam lima tahun ke depan, pertumbuhan e-commerce diproyeksi mencapai 21 persen.

"E-commerce tetap menjadi salah satu unsur ekonomi internet terbesar dibanding layanan internet lainnya," jelas Randy Jusuf, Managing Director Google Indonesia, saat memaparkan laporan e-Conomy SEA secara online, Selasa (24/11/2020).

Grafis kenaikan layanan e-commerce menurut laporan e-Conomy SEA 2020 oleh Google, Temasek, Bain & Company.Google, Temasek, Bain & Company Grafis kenaikan layanan e-commerce menurut laporan e-Conomy SEA 2020 oleh Google, Temasek, Bain & Company.
Selain e-commerce, media online juga mengalami pertumbuhan hingga 24 persen dengan nilai 4,4 miliar dollar AS (Rp 62,4 triliun), naik dari tahun sebelumnya yang mencapai 3,5 miliar dollar AS.

Sektor media online diperkirakan akan terus tumbuh mencapai 18 persen atau 10 miliar dollar AS (Rp 141 triliun) hingga tahun 2025.

Grafis layanan media online seperti audio dan video streaming menurut laporan e-Conomy SEA 2020 oleh Google, Temasek, Bain & Company.Google, Temasek, Bain & Company Grafis layanan media online seperti audio dan video streaming menurut laporan e-Conomy SEA 2020 oleh Google, Temasek, Bain & Company.

Secara keseluruhan, nilai ekonomi digital Indonesia pada 2020 diperkirakan akan mencapai 44 miliar dollar AS atau sekitar Rp 624 triliun dari total produk domestik bruto (GDP).

Travel dan transportasi online lesu

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X