Pendiri Huawei Ungkap Alasan Jual Bisnis Ponsel Honor

Kompas.com - 30/11/2020, 18:17 WIB
Booth Huawei di MWC 2019. KOMPAS.com/Gito Yudha PratomoBooth Huawei di MWC 2019.

KOMPAS.com - Belum lama ini, Huawei mengonfirmasi kabar penjualan bisnis ponsel Honor miliknya. Honor dijual kepada Shenzhen Zhixin New Information, sebuah konsorsium yang beranggotakan lebih dari 30 agen dan distributor.

Pendiri Huawei, Ren Zhengfei mengungkapkan alasan keputusan tersebut. Dalam sebuah pidato yang diunggah dalam forum karyawan Huawei, Zhengfei mengakui bahwa saat ini kondisi perusahaan berada dalam tekanan yang luar biasa.

Tekanan tersebut tak lain berasal dari Pemerintah AS yang memasukkan nama Huawei ke dalam entity list. Zhengfei mengatakan, keputusan ini diambil karena Huawei terbentur "masalah elemen teknis".

"Sanksi AS yang terus memberatkan Huawei telah membuat kami sadar bahwa para politisi dari negara tersebut ingin membunuh (bisnis) Huawei, bukan hanya ingin menegur kami," ungkap Zhengfei.

Baca juga: Huawei Dikabarkan Putus Hubungan dengan Leica, Benarkah?

Zhengfei menambahkan bahwa Huawei sebenarnya dapat mengatasi kesulitan tersebut. Namun, ada banyak karyawan di agen dan distributor Honor di seluruh dunia akan kehilangan pekerjaan ketika penjualan mengering.

“Kami tidak harus menyeret orang yang tidak bersalah hanya karena kami menderita,” kata lanjut Zhengfei sebagaimana dikutip KompasTekno dari Reuters, Senin (30/11/2020).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Zhengfei juga berharap setelah berpisah dengan Huawei Honor dapat menjadi pesaing terbesar Huawei yang baru.

"Kami adalah pesaing Anda di masa depan," kata Zhengfei.

Nilai akuisisi bisnis ponsel Honor yang diperoleh dari Shenzhen Zhixin New Information masih menjadi misteri.

Rumor yang beredar pekan lalu menyebutkan angkanya konon mencapai 100 miliar yuan atau sekitar Rp 212 triliun.

Baca juga: Apakah Blokir Huawei Bakal Dicabut Setelah Trump Lengser?

Sebanyak 7.000 karyawan dan tim manajemen juga disebutkan bakal tetap bertahan di Honor. Kemudian, perusahaan ditargetkan akan go public dalam jangka tiga tahun ke depan.

Honor didirikan pada 2013 sebagai brand membidik kalangan anak muda lewat ponsel-ponsel di segmen harga bawah hingga menengah. Menurut Huawei, Honor mencatat angka pengiriman smartphone hingga 70 juta unit per tahun.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber Reuters
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.