Kronologi Kasus Dugaan Penjualan Ponsel Ilegal PS Store, dari Penyelidikan hingga Vonis Bebas

Kompas.com - 01/12/2020, 17:03 WIB
Instagram PS Store Jakarta Instagram/@pstore_jakartaInstagram PS Store Jakarta

"Tahun 2019 proses penyidikan kami dianggap oleh Kejaksaan sudah lengkap. Di situ penyerahan tahap pertama," kata Ricky.

Adapun barang bukti yang berhasil dikumpulkan oleh pihak Kejaksaan diantaranya yaitu 190 ponsel bekas dan uang hasil penjualan sebesar Rp 61,3 juta.

Ricky mengatakan bahwa smartphone yang disita pihaknya diduga sebagai barang selundupan lantaran tidak ada dokumen kepabeanannya.

Baca juga: Bea Cukai Selidiki Toko Ponsel Ilegal Serupa PS Store

Namun saat itu, pihak Bea Cukai belum bisa mengidentifikasi apakah ratusan ponsel yang disita tersebut merupakan barang bekas (second), impor ilegal (black market/BM), rekondisi, atau refurbished.

Alasan tidak ditahan

Putra Siregar kemudian menjalani sidang perdananya di Pengadilan Negeri Jakarta Timur pada 10 Agustus 2020.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Perbuatan Putra Siregar pun diduga memenuhi unsur dalam Pasal 103 Huruf D Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2006 tentang Perubahan atas UU No 10/1995 tentang Kepabeanan, yakni menimbun, menyimpan, memiliki, membeli, menjual, menukar, memperoleh, atau memberikan barang impor yang diketahui atau patut diduga berasal dari tindak pidana.

Berdasarkan Pasal 103 UU No 17/2006, ancaman hukuman bagi Putra Siregar adalah penjara selama 2-6 tahun dan/atau denda Rp 100 juta-Rp 5 miliar.

Namun, meski ada potensi ia dihukum penjara lebih dari lima tahun, tidak ada penahanan terhadap Putra Siregar. Ia dianggap kooperatif dan juga menyerahkan jaminan berupa uang tunai Rp 500 juta, rumah senilai Rp 1,15 miliar, dan rekening bank senilai Rp 50 juta.

Dalam dakwaan juga dijelaskan bahwa pada 2017, Putra Siregar membeli ratusan ponsel di Batam dari seseorang bernama Jimmy.

Ponsel itu lalu dikirim ke toko milik Putra Siregar di Condet, Jakarta Timur. Ratusan ponsel itulah yang dinyatakan ilegal oleh pihak Bea dan Cukai.

Baca juga: Perusahaan Daur Ulang Jual 100.000 iPhone, iPad, dan Apple Watch Ilegal

Tanggapan soal penjualan ponsel ilegal di Indonesia

Penetapan tersangka pemilik toko ponsel PS Store ini pun mengundang perhatian banyak pihak. Salah satunya adalah Erajaya Group (Erajaya), selaku peritel yang menjual smartphone resmi di Indonesia.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X