Pandemi Covid-19, Pendapatan Zoom Naik Hampir 4 Kali Lipat

Kompas.com - 01/12/2020, 18:12 WIB
Aplikasi Zoom forbes.comAplikasi Zoom

KOMPAS.com - Pandemi Covid-19 yang masih berlangsung, membawa dampak positif terhadap pendapatan penyedia layanan video conference, Zoom.

Dalam laporan keuangan kuartal III-2020, Zoom melaporkan meraup pendapatan sebesar 777,2 juta dollar AS atau sekitar Rp 11 triliun. Jumlah ini naik signifikan sebesar 367 persen atau nyaris empat kali lipat, dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Secara keseluruhan, laba bersih Zoom pada kuartal III-2020 adalah 198,4 juta dollar AS (sekitar Rp 2,8 triliun). Sementara, laba kotor turun 66,7 persen.

Baca juga: Daftar Tombol Shortcut di Zoom agar Rapat Lebih Mudah

Zoom melaporkan bahwa sekitar 1.289 pelanggan telah memberikan kontribusi pendapatan lebih dari 100.000 dollar AS (sekitar Rp 1,4 miliar) dalam kurun 12 bulan.

Kini, total jumlah pelanggan Zoom sendiri adala 433.700 pelanggan dengan lebih dari 10 pegawai. Angka tersebut meningkat hampir empat kali lipat jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kendati demikian, tidak disebutkan secara rinci berapa angka pertumbuhan jumlah pelanggan Zoom di kuartal ketiga, dibandingkan kuartal sebelumnya.

Tingginya jumlah pelanggan itu tak lepas dari pandemi Covid-19 yang membuat banyak orang memanfaatkan Zoom untuk kebutuhan tatap muka, seperti rapat dengan rekan kerja, hingga sekolah online.

"Kami fokus menjadi platform yang digunakan untuk berkomunikasi secara inovatif, aman, andal, dan berkualitas untuk pengguna kami agar tetap terhubung satu sama lain serta menjadi layanan untuk pembelajaran online," ujar CEO Zoom, Eric Yuan dalam laporan perusahaan.

Baca juga: Zoom Bohongi Pengguna sejak 2016, Enkripsi Tak Seaman yang Diiklankan

Hasil ini membuat Zoom meningkatkan proyeksi pendapatan pada kuartal IV-2020, dari 806 juta dollar AS menjadi 811 juta dollar AS (dari sekitar Rp 11,4 triliun menjadi Rp 11,5 triliun).

Sebagaimana dihimpun KompasTekno dari ZDNet, Selasa (1/12/2020), Zoom memperkirakan pendapatan pada tahun fiskal 2021 akan mencapai di kisaran 2,57 miliar dollar AS atau 2,58 miliar dollar AS (sekitar Rp 36,3 triliun atau Rp 36,5 triliun).

Sementara, analis memprediksi bahwa pendapatan rata-rata Zoom akan berada di kisaran 730 juta dollar AS (sekitar Rp 10,3 triliun) dan 2,4 miliar dollar AS (sekitar Rp 33,9 triliun) untuk tahun fiskal 2021.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X