Riset Ericsson: 5G Lebih Cepat Diadopsi daripada 4G LTE

Kompas.com - 08/12/2020, 16:53 WIB
Ilustrasi 5G SHUTTERSTOCKIlustrasi 5G

KOMPAS.com - Perusahaan infrastruktur telekomunikasi, Ericsson, memprediksi bahwa jaringan generasi kelima atau 5G akan lebih cepat diadopsi ketimbang 4G LTE.

Menurut riset Ericsson, jumlah pengguna jaringan 5G di seluruh dunia akan mencapai 220 juta orang hingga akhir Desember 2020 ini.

Perusahaan asal Swedia itu juga memproyeksikan cakupan jaringan 5G akan menjangkau 15 persen dari populasi penduduk dunia atau sekitar 1 miliar orang sampai akhir tahun 2020.

Hal tersebut dipaparkan Ericsson dalam laporan terbaru bartajuk "Harnessing the 5G Consumer Potential".

"Pada tahun 2026, kami mengestimasi ada 3,5 miliar pelanggan 5G di seluruh dunia. Tidak diragukan lagi, 5G akan menjadi teknologi yang substansial," jelas Jerry Soper, Head of Ericsson Indonesia, dalam pemaparan laporan terbaru Ericsson yang berlangsung secara virtual, Selasa (8/12/2020).

Jerry menambahkan, saat ini sudah ada lebih dari 100 penyelenggara internet atau operator seluler di seluruh dunia yang telah menggelar jaringan 5G.

Baca juga: Persiapan 5G di Indonesia, Kominfo Lelang Frekuensi 2,3 Ghz

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kami memprediksi adopsi 5G akan lebih cepat dibanding LTE. Pada 2026, sebanyak 40 persen pengguna mobile di seluruh dunia merupakan pelanggan 5G," imbuh Jerry.

Perbandingan percepatan adopsi 4G dan 5G setelah diimplememtasikan menurut laporan terbaru Ericsson berjudul Harnessing the 5G Consumer Potential.Ericsson Perbandingan percepatan adopsi 4G dan 5G setelah diimplememtasikan menurut laporan terbaru Ericsson berjudul Harnessing the 5G Consumer Potential.
Beberapa negara yang sudah lebih dulu menggelar jaringan 5G, disebut akan mengalami pertumbuhan pelanggan 5G yang cukup signifikan.

Amerika Utara misalnya, di tahun 2019 hanya ada sekitar 1 juta pelanggan 5G dan di tahun 2026 diprediksi akan mencapai 340 juta pelanggan.

Begitu pula di Eropa Barat. Dari 1 juta pelanggan pada 2019, diproyeksikan akan naik hingga 350 juta pelanggan 5G.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X