Truecaller: Telepon Spam di Indonesia Terbanyak di Asia

Kompas.com - 10/12/2020, 15:00 WIB
Ilustrasi panggilan spam ShutterstockIlustrasi panggilan spam

KOMPAS.com - Perusahaan pembuat aplikasi pelacak nomor telepon anonim, Truecaller mengeluarkan laporan terbaru menutup tahun 2020.

Laporan berjudul "Top 20 Countries Affected by Spam Calls in 2020" itu merinci 20 negara yang paling banyak mendapatkan serangan panggilan telepon spam (panggilan telepon mengganggu yang biasanya berisi promosi).

Dibandingkan dengan 20 negara, Indonesia menempati urutan keenam sebagai penerima telepon spam terbanyak di dunia versi Truecaller, dengan jumlah 18,3 panggilan spam per pengguna per bulan.

Baca juga: Google Rilis Fitur untuk Mencegah Spam dan Penipuan Lewat Telepon

Jumlah itu sebenarnya menurun 34 persen dibanding tahun lalu. Laporan yang sama pada 2019 menempatkan Indonesia sebagai negara ketiga di dunia yang paling banyak mendapat telepon spam, dengan rata-rata 27,9 per pengguna per bulan.

Grafik panggilan spam yang banyak diterima pengguna seluler di Indonesia tahun 2020 versi True Caller.True Caller Grafik panggilan spam yang banyak diterima pengguna seluler di Indonesia tahun 2020 versi True Caller.

Telepon spam paling banyak berasal dari layanan keuangan yang berasal dari bank atau penawaran kartu kredit dengan persentase 52 persen.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebesar 25 persen lain merupakan spam penawaran asuransi, diikuti layanan operator seluler yang biasa mempromosikan paket layanan data dan lainnya, sebesar 11 persen. Sebanyak 9 persen spam berasal dari penipuan dan 3 persen lainnya adalah debt collector.

Baca juga: SMS Spam Bisa Dilaporkan ke Kominfo, Begini Caranya

Sementara itu, Brasil masih menjadi negara dengan penerimaan telepon spam terbanyak di dunia dengan rata-rata penerimaan 49,9 spam per pengguna per bulan.

Terbanyak di Asia

Namun jika dibandingkan dengan negara-negara di kawasan Asia, Indonesia masih menjadi negara penerima panggilan spam terbanyak.

Negara lain di Asia setelah Indonesia, yang banyak mendapat panggilan spam tahun ini berurutan adalah India (16,8 spam) dan Vietnam (14,7 spam).

Laporan True Caller 2020 merinci 20 negara dengan panggilan spam terbanyak di dunia.True Caller Laporan True Caller 2020 merinci 20 negara dengan panggilan spam terbanyak di dunia.

Dirangkum dari blog resmi Truecaller, tahun ini mereka menganalisis 145 miliar panggilan anonim dalam laporan terbaru mereka. Totalnya, pengguna seluler di seluruh dunia menerima 31,3 miliar telepon spam antara bulan Januari hingga Oktober 2020.

Jumlah itu naik dari tahun lalu yang mencapai 26 miliar yang juga naik dari periode yang sama tahun 2018 dengan jumlah 17,7 miliar. Menurut perusahaan asal Stockholm, Swedia itu, pandemi Covid-19 turut memengaruhi perilaku pelaku spam.

Baca juga: Ponsel Android Bisa Saring Telepon Spam, Caranya?

"Ketika virus mewabah secara eksponensial ke seluruh dunia, panggilan spam mulai menurun sekitar bulan Maret," tulis Truecaller.

Bulan April menjadi titik terendah jumlah panggilan spam, ketika beberapa negara melakukan karantina wilayah dan pemberlakukan jam malam. Begitu pula voume panggilan yang ikut menurun pada periode Maret-April.

Namun, pada bulan Mei, jumlah panggilan spam mulai meningkat lagi. Rata-rata 9,7 persen panggilan telepon spam per bulan.

"Panggilan telepon spam tertinggi terjadi pada bulan Oktober, 22,4 persen lebih tinggi dibanding masa sebelum karantina wilayah (bulan Maret)," tulis Truecaller.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.