Joe Biden Jadi Presiden AS, Akun Twitter POTUS Mulai dari Nol

Kompas.com - 23/12/2020, 17:23 WIB
Penulis Galuh Putri
|
Editor Oik Yusuf

KOMPAS.com - Akun resmi milik Kepresidenan Amerika Serikat, @POTUS, rencananya akan di-reset oleh pihak Twitter ketika presiden terpilih Joe Biden dilantik pada 20 Januari 2021 mendatang.

Artinya, seluruh pengikut dan tweet akun @POTUS akan dihapus dan kembali menjadi nol. Kabar ini juga disampaikan Digital Campaign Presiden terpilih Joe Biden, Rob Flaherty, melalui sebuah kicauan Twitter.

"Twitter telah memberitahukan kepada kami bahwa sekarang perintahan Biden harus mulai dari (angka follower) nol," kicau Flaherty dalam tweet yang diunggahnya.

Baca juga: Retweet di Twitter Kini Bisa Disembunyikan, Begini Caranya

 

Sebagaimana dirangkum KompasTekno dari TheHill, Rabu (23/12/2020), Twitter mengonfirmasi pihaknya juga akan me-reset akun resmi lainnya milik pemerintahan AS seperti akun @WhiteHouse, @VP, @FLOTUS, @PressSec, @Cabinet, dan @LaCasaBlanca.

Seluruh akun tersebut juga akan dihapus pengikutnya setelah diambil alih oleh pemerintahan Biden.

Flaherty tampaknya tidak senang dengan perubahan kebijakan transisi akun pemerintahan ini. Ia mengatakan dalam sebuah kicauan Twitter bahwa tim Biden telah mengirim email kepada Twitter untuk menolak perubahan kebijakan tersebut dan keputusan itu "tegas".

Beda dari Trump

Peristiwa transisi akun Twitter milik pemerintahan AS era Biden ini berbeda dengan apa yang dilakukan Twitter empat tahun lalu ketika pemerintahan Trump mengambil alih akun dari pemerintahan Obama.

Saat itu, Twitter pada dasarnya hanya menggandakan akun yang ada dan mengarsipkan seluruh tweet era pemerintahan Obama, tanpa me-reset pengikut dari akun tersebut.

Baca juga: Pilpres AS Selesai, Cara Retweet di Twitter Kembali Seperti Semula

Mengacu pada rencana Twitter, nantinya, akun resmi @POTUS yang sekarang digunakan oleh Presiden Trump akan dibekukan dan diubah usernamenya menjadi @POTUS45, merujuk pada Presiden AS ke-45.

Menurut juru bicara Twitter, Nicholas Pacilio, pada hari pelantikan Presiden terpililih Joe Biden, siapa pun yang mengikuti salah satu akun pemerintahan AS era Trump akan menerima notifikasi bahwa akun tersebut telah diarsipkan.

Mereka juga akan diberi opsi untuk mengikuti akun baru pemerintahan Biden. Namun, Twitter belum memberikan detail seperti apa notifikasi itu akan disampaikan ke pengguna.

Twitter sendiri belum mengungkapkan alasan pihaknya mengubah kebijakan transisi akun resmi pemerintahan AS kali ini.

Melalui juru bicaranya, Pacilio, Twitter hanya mengatakan pihaknya sedang dalam tahap diskusi dengan tim transisi Biden tentang sejumlah aspek terkait trnaser akun Gedung Putih.

Menurut pantauan KompasTekno, sampai Rabu sore (23/12/2020), akun @POTUS memiliki lebih dari 33 juta pengikut dan @WhiteHouse memiliki 26 juta pengikut.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber The Hill


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.