Pemilik Website Harap Bersiap, Chrome Mulai Blokir Iklan yang Bikin Lemot

Kompas.com - 24/12/2020, 14:31 WIB
Ilustrasi logo Chrome CNETIlustrasi logo Chrome

"Oleh karena itu, Chrome akan membatasi sumber daya yang dapat digunakan iklan sebelum pengguna berinteraksi dengan iklan tersebut," ungkap Product Manager Chrome, Marshall Vale, dalam blog Chromium

Fitur ini dirancang menggunakan sistem berbasis ambang batas tertentu untuk mengategorikan iklan yang termasuk ke dalam heavy ad. Tiga ambang batas kriteria heavy ad yang dimaksud Google, seperti tertuang di situsnya, adalah sebagai berikut.

- Iklan yang menggunakan thread utama selama lebih dari 60 detik secara keseluruhan
- Iklan yang menggunakan thread utama selama lebih dari 15 detik dalam periode 30 detik manapun
- Iklan yang menggunakan bandwidth jaringan lebih dari 4 megabyte

Nantinya, melewati mencapai ambang batas yang ditetapkan oleh Chrome, iklan tidak akan dimuat dan hanya akan menampilkan pesan seperti dijumpai oleh beberapa pengguna Twitter di atas. 

Baca juga: Apple dan Google Buktikan Banyak Orang Indonesia Mulai Beraktivitas di Luar Rumah

Menurut Google, iklan berat seperti ini jumlahnya tidak banyak, hanya sekitar 0,3 persen dari keseluruhan iklan di web. Meski hanya segelintir, dampaknya besar untuk pengguna sehingga Google memutuskan untuk memblokirnya lewat Chrome. 

"Karena iklan heavy ad ini bertanggung jawab atas lebih dari seperempat dari semua prosesor dan bandwidth jaringan yang digunakan oleh semua iklan online," kata Vale.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Cara Menguji Fitur Heavy Ad Intervention

Heavy Ad Intervention tersedia di Chrome versi 84 atau yang lebih baru. Walaupun ini merupakan fitur otomatis, Google menyediakan panduan bagi developer web untuk menguji sendiri fitur ini di Chrome. 

Pertama, pengguna perlu mengaktifkan fitur ini terlebih dahulu dengan menyalakan chrome://flags/#enable-heavy-ad-intervention di kolom URL. Kemudian, non-aktifkan chrome://flags/#heavy-ad-privacy-mitigations.

Baca juga: 5 Momen Tumbangnya Layanan Google Sepanjang 2020

Setelah itu akan muncul tab "Experiments". Di posisi paling atas akan terlihat nama fitur Heavy Ad Intervention beserta definisi dan tombol pilihan pengaturan. Pengguna hanya perlu mengubah tombol opsi dari default > enable.

Developer dapat melihat contoh penerapan fitur Heavy Ad Intervention di konten sampel di situs heavy-ads.glitch.me. Selain itu, developer juga dapat menggunakan situs pengujian ini untuk memuat URL lainnya sebagai cara cepat untuk menguji konten yang dipilih.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Sumber Forbes
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.