LG Bangun Pabrik Baterai Buat Mobil Listrik di Indonesia

Kompas.com - 31/12/2020, 08:09 WIB
Ilustrasi mobil listrik SHUTTERSTOCK/PAUL CRAFTIlustrasi mobil listrik

KOMPAS.com - Pemerintah Indonesia dan LG Energy Solution, anak perusahaan LG Group menandatangani nota kesepamahaman (MoU) untuk membangun pabrik baterai untuk mobil listrik di Indonesia.

Nilai investasi yang disepakati sebesar 9,8 miliar dollar AS atau sekitar Rp 137,5 triliun (kurs rupiah Rp 14.000). Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengatakan MoU sudah diteken pada 18 Desember 2020.

Pihak LG Energy Solution mengonfirmasi kesepakatan tersebut namun tidak merinci isi MoU.

Bahlil mengatakan, investasi ini menjadikan Indonesia sebagai negara pertama di dunia yang memiliki pabrik baterai terintegrasi, mulai dari penambangan hingga produksi baterai lithium untuk mobil listrik.

"Kami telah mennadatangani MoU pembangunan pabrik baterai listrik terintegrasi dari hulu ke hilir. Mulai dari penambangan, smelter, prekursor, katoda, mobil hingga fasilitas daur ulang akan dibangun di Indonesia," kata Bahlil, dikutip KompasTekno dari Reuters, Kamis (31/12/2020).

Bahlil menambahkan pabrik ini akan berlokasi di Maluku Utara dan Jawa Tengah. Dalam MoU, setidaknya 70 persen nikel yang akan digunakan untuk memproduksi baterai mobil listrik harus diproses di Indonesia.

Indonesia berambisi menjadi produsen baterai lithium terbesar karena memiliki cadangan nikel terbesar di dunia.

Sebelumnya, perusahaan mobil listrik asal Amerika Serikat, Tesla juga dikabarkan akan segera membangun pabrik baterai mobil listriknya di Batang, Jawa Tengah.

Baca juga: Elon Musk Ingin Baterai Mobil Listrik Tesla Diproduksi di Indonesia

Bahkan, Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita sudah memastikan bahwa perwakilan Tesla akan bertandang ke Indonesia pada Januari 2021.

Mereka akan menindaklanjuti undangan Presiden Joko Widodo kepada CEO Tesla, Elon Musk yang meminta mereka untuk berinvestasi di Indonesia.

"Tesla akan kirim timnya untuk memperdalam. Kami akan pergunakan betul kesempatan pertemuan dengan Tesla nanti untuk meyakini agar mereka berinvestasi di Indonesia," kata Agus.

Baca juga: Elon Musk Kini Lebih Kaya dari Mark Zuckerberg, Ini Nilainya



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X