7 Kasus Kebocoran Data yang Terjadi Sepanjang 2020

Kompas.com - 01/01/2021, 14:26 WIB
Tangkapan layar situs Have I been pwned apabila alamat e-mail terdampak kebocoran data. Have I been pwnedTangkapan layar situs Have I been pwned apabila alamat e-mail terdampak kebocoran data.

Pendiri komunitas Ethical Hacker Indonesia, Teguh Aprianto mengungkap adanya 5,8 juta data pengguna RedDoorz yang dijual seharga 2.000 dollar AS atau sekitar Rp 28,2 juta rupiah pada November 2020 lalu.

Data tersebut dijual di situs Raid Forum yang bisa diakses secara terbuka. Data pengguna RedDoorz yang bocor mencakup nama, e-mail, password bcrypt, foto profil, gender, hingga nomor ponsel.

Kendati begitu, pihak RedDoorz mengatakan bahwa data personal dan informasi finansial pengguna, seperti informasi kartu kredit atau password yang disamarkan tidak termasuk dalam data yang dibobol.

7. Cermati

Pada awal November 2020 lalu, sekitar 2,9 juta data pengguna platform fintech asal Indonesia, Cermati, dikabarkan diretas dan dijual secara bebas. Data tersebut kabarnya dijual melalui forum hacker bersama 34 juta data dari 17 perusahaan lain.

Pendiri komunitas Ethical Hacker Indonesia, Teguh Aprianto mengatakan bahwa, 2,9 juta data pengguna Cermati yang dijual bebas mencakup nama lengkap, NIK, NPWP, alamat, nomor telepon, rekening, nama ibu kandung pengguna, hingga pekerjaan.

Menurut Teguh, data pengguna Cermati tersebut dijual seharga 2.200 dollar AS atau sekitar Rp 32 juta kala itu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Cermati merupakan startup yang bergerak di bidang teknologi keuangan. Perusahaan ini menyediakan informasi untuk membantu pengguna menemukan produk keuangan terbaik.

Cara mengecek apakah akun Anda pernah terdampak insiden kebocoran data atau tidak

Pengguna cukup mengeceknya melalui situs web https://haveibeenpwned.com/ . Situs ini mampu mengidentifikasi, apakah alamat e-mail yang dipakai untuk mendaftar layanan online pernah terekspos oleh insiden kebocoran data atau tidak.

Setelah membuka halaman tersebut, pengguna akan diminta memasukkan alamat e-mail di kolom pencarian yang sudah tersedia.

Setelah itu, klik tombol "pwned?" di sebelahnya. Apabila akun Anda terdampak, maka akan muncul "slide" bewarna merah dengan keterangan "Oh no-pwned!".

Di bawahnya akan ada daftar platform apa saja yang terdampak, di mana Anda mendaftar dengan alamat e-mail tersebut.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.