Aplikasi PeduliLindungi Dinilai Berlebihan Himpun Data Pengguna

Kompas.com - 02/01/2021, 11:02 WIB

Mengirim koordinat geolokasi ke server pusat tidak diperlukan untuk contact tracing, karena aplikasi memanfaatkan bluetooth untuk mendeteksi pengguna aplikasi PeduliLindungi lain di sekitarnya, termasuk siapa yang positif, termasuk mengidentifikasi area kerumunan.

Kemudian data yang ditransmisi ke endpoint Telkom tidak jelas peruntukannya terkait pelacakan kontak Covid-19.

Baca juga: iOS 12.5 Meluncur untuk iPhone Lawas, Ada Fitur Pelacak Covid-19

Dalam laman kebijakan privasi PeduliLindungi, tidak disebutkan bahwa data ditransmisi ke PT Telkom dan bagaimana data akan digunakan, apakah akan digunakan untuk kepentingan iklan digital atau tujuan lain.

Dihimpun dari Kompas.id, Sabtu (2/1/2020) peneliti senior The Citizen Lab Irene Poetranto, mengatakan, pemerintah sebaiknya berhenti mengumpulkan data analitik atau mengumpulkannya dengan cara yang tetap menjaga privasi pengguna aplikasi PeduliLindungi.

Jika tidak, pemerintah bisa memperbarui kebijakan privasi aplikasi PeduliLindungi, yang di dalamnya memuat penjelasan secara terbuka bagaimana pengumpulan dan pengolahan data di pihak ketiga.

”Data atau apa saja yang dikirim ke Telkom Indonesia, dan bagaimana serta berapa lama serta untuk apa data itu digunakan oleh Telkom Indonesia,” kata Irene kepada Kompas.

Paling banyak menghimpun data

Dari 10 aplikasi terkait Covid-19 buatan pemerintah dari berbagai negara, aplikasi PeduliLindungi dan StaySafe PH buatan pemerintah Filipina adalah yang paling banyak meminta akses untuk mengumpulkan data,

Perbandingan 10 aplikasi terkait Covid-19 dari berbagai negara dalam hal izin akses ke data pengguna.The Citizen Lab Perbandingan 10 aplikasi terkait Covid-19 dari berbagai negara dalam hal izin akses ke data pengguna.

Menurut laporan Citizen Lab yang membandingkan analisis dari Exodus Privacy, sebuah LSM asal Perancis, kedua aplikasi itu memiliki akses ke informasi lokasi, kamera, dan akses penyimpanan eksternal perangkat pengguna.

Bandingkan dengan aplikasi TraceTogether versi 2.3.8 buatan pemerintah Singapura yang hanya meminta akses lokasi.

Lalu aplikasi NZ COVID Tracer bikinan pemerintah Selandia Baru yang hanya meminta akses kamera.

Aplikasi COVID Alert di Kanada bahkan tidak meminta akses apapun.

Halaman:
Sumber kompas.id


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.