Kompas.com - 04/01/2021, 13:15 WIB
Suasana di bursa saham New York Stock Exchane (NYSE) saat Twitter menawarkan saham perdananya kepada publik, Kamis (7/11/2013). The VergeSuasana di bursa saham New York Stock Exchane (NYSE) saat Twitter menawarkan saham perdananya kepada publik, Kamis (7/11/2013).

KOMPAS.com - Perintah eksekutif yang dikeluarkan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada November lalu berdampak pada tiga operator seluler China yang akan didepak (delist) dari daftar emiten Bursa Saham New York (NYSE).

Ketiga emiten tersebut diketahui merupakan penyedia telekomunikasi global terbesar asal China, yakni China Telecom Corporation Limited (CHA), China Mobile Limited 0941.HK (CHL), dan China Unicom (Hong Kong) Limited (CHU).

Baca juga: Produsen Chip Terbesar China Masuk Daftar Hitam AS

Lewat Executive Order 13959 yang diteken pada 20 November 2020, Trump melarang warga AS berinvestasi di perusahaan China yang disinyalir dimiliki atau dikendalikan oleh militer komunis China, termasuk ketiga operator seluler tersebut.

"NYSE akan menghentikan perdagangan saham CHA, CHL, dan CHU pada pukul 04.00 tanggal 11 Januari," tulis keterangan dalam situs Intercontinental Exchange.

Khusus China Telecom, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari Reuters, Senin (4/1/2021), pada Desember lalu, izin operasionalnya di Amerika Serikat juga sudah mulai dicabut oleh pihak otoritas dari Federal Communications Commission (FCC).

Baca juga: Apakah Blokir Huawei Bakal Dicabut Setelah Trump Lengser?

China mengecam delisting itu. Meski demikian, ketiga operator seluler agaknya tak akan terlalu terdampak dalam jangka pendek karena tidak menjalankan aktivitas bisnis yang besar di AS. Mereka juga memiliki ratusan juta pelanggan di pasar domestiknya.

Secara terpsah, pada Desember lalu, Presiden Trump meresmikan regulasi yang membuat perusahaan-perusahaan China terancam didepak dari bursa-bursa saham AS kalau tidak mau mengikuti standar audit Amerika.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Para pelaku pasar memperkirakan langkah ini akan mendorong perusahaan-perusahaan China yang terdaftar di bursa AS untuk mengamankan listing tambahan di bursa Hong Kong.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber Reuters
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.