Inggris Tolak Permintaan Ekstradisi Pendiri WikiLeaks ke AS

Kompas.com - 05/01/2021, 14:32 WIB
Dalam foto yang diambil pada Desember 2012 ini, Julian Assange menyapa para jurnalis dari jendela kamarnya di kantor kedutaan besar Ekuador di London. Leon NEAL / AFPDalam foto yang diambil pada Desember 2012 ini, Julian Assange menyapa para jurnalis dari jendela kamarnya di kantor kedutaan besar Ekuador di London.

KOMPAS.com - Seorang hakim pengadilan distrik Inggris telah menolak untuk mengekstradisi pendiri WikiLeaks Julian Assange ke Amerika Serikat.

Dalam persidangan di Pengadilan Magistrat Westminster Senin (4/1/2021) pagi, Hakim Vanessa Baraitser menolak permintaan ekstradisi tersebut dengan alasan bahwa Assange memiliki kesehatan mental yang rapuh.

Assange memang didiagnosis mengidap gangguan spektrum autisme. Jurnalis kelahiran Australia itu gagal diadili setelah bebas dengan jaminan pada tahun 2012 ketika dia mencari suaka di kedutaan Ekuador di London, tempat dia tinggal selama tujuh tahun sebelum diusir dan ditangkap.

"Karena gangguan spektrum autisme itu, saya yakin bahwa risiko Assange akan bunuh diri sangat besar," tulis Hakim Baraitser dalam putusan setebal 132 halaman, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari TechCrunch, Selasa (5/1/2021)

Dengan begitu, apabila permintaan ekstradisi tetap dikabulkan, Hakim Baraitser mengatakan itu akan menjadi tindakan yang opresif terhadap Assange.

Baca juga: Julian Assange Disidang karena Bobol Password, Bukan Bocorkan Rahasia Negara

Hasil persidangan juga memerintahkan pembebasan segera terhadap Assange. Pihak AS memiliki waktu 14 hari untuk mengajukan banding terkait hasil putusan pengadilan tersebut. , Pemerintah AS mengatakan akan mengajukan banding atas keputusan Hakim Baraitser

Pihak AS sendiri memang bersikukuh membawa Assange ke negeri Paman Sam untuk diadili atas lebih dari 18 dakwaan, termasuk tuduhan spionase dan konspirasi peretasan yang membawa hukuman maksimal 175 tahun penjara.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebagai tambahan, pengacara sekaligus pasangan Assange, Stella Moris telah meminta kepada Presiden AS Donald Trump melalui Twitter untuk memberikan pengampunan kepada Assange sebelum presiden itu lengser pada 20 Januari.

Namun, walau Trump enggan melakukannya, ada spekulasi bahwa penggantinya, Presiden terpilih AS Joe Biden akan mengambil pendekatan yang lebih halus terhadap proses ekstradisi Assange. 

Pembocor kawat diplomatik

Assange menjadi buronan AS setelah WikiLeaks membocorkan ribuan kawat diplomatik dan dokumen rahasia tentang perang Afghanistan di 2010.  Informasi tersebut didapatkan Assange dari Chelsea Manning, mantan analis intelijen Angkatan Darat AS.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Sumber TechCrunch
Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X