WhatsApp Beri Syarat Pemakaian Baru Hari Ini, Apa yang Harus Dilakukan Pengguna?

Kompas.com - 07/01/2021, 10:28 WIB
ilustrasi WhatsApp user slashgear.comilustrasi WhatsApp user

KOMPAS.com - Aplikasi layanan perpesanan populer WhatsApp memperbarui persyaratan layanan dan kebijakan privasinya. Hari ini, Kamis (7/1/2021), ketika membuka aplikasi WhatsApp, para pengguna di Indonesia mendapatkan notifikasi baru terkait hal itu.

Ada tiga poin persyaratan baru yang ditampilkan, termasuk soal keharusan data pengguna WhatsApp diteruskan ke Facebook. Pengguna mesti menyetujui syarat baru tersebut kalau ingin tetap bisa menggunakan WhatsApp.

Baca juga: Klarifikasi WhatsApp soal Kebijakan Berbagi Data dengan Facebook

Lalu apa yang harus dilakukan oleh pengguna? Ada tiga opsi yang disediakan WhatsApp untuk para penggunanya terkait kebijakan baru ini, yakni setuju (agree), menunda (not now), atau hapus akun.

Notifikasi yang diterima KompasTekno berkaitan dengan kebijakan baru privasi WhatsApp, Kamis (7/1/2021)Galuh Putri Riyanto/Kompas.com Notifikasi yang diterima KompasTekno berkaitan dengan kebijakan baru privasi WhatsApp, Kamis (7/1/2021)
Apabila setuju, pengguna bisa langsung mengklik tombol berwarna hijau di pojok kanan bawah bertuliskan "setuju/agree".

Konsekuensinya, pengguna menyetujui seluruh perubahan kebijakan layanan dan privasi baru WhatsApp ini, termasuk memberikan izin kepada WhatsApp untuk memberikan informasinya kepada Facebook.

"Informasi yang dibagikan ke Facebook termasuk informasi registrasi akun pengguna (berikut nomor telepon), data transaksi, informasi terkait layanan, informasi interaksi Anda dengan orang lain," tulis WhatsApp dalam sebuah laman di situsnya.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

KompasTekno sempat mencoba menekan tombol "agree". Setelah itu WhatsApp tidak menampilkan notifikasi lanjutan dan berjalan seperti biasa, tapi bisa diduga bahwa WhatsApp sudah memperoleh persetujuan dan akan meneruskan data ke Facebook.

Baca juga: Ini Data Pengguna WhatsApp yang Diteruskan ke Facebook Mulai 8 Februari 2021

Di akun lain, KompasTekno coba menekan tombol "Not now". Langkah ini pun tidak memunculkan notifikasi lanjutan, sementara WhatsApp pun tetap bisa dipakai seperti biasa. Mungkin di kemudian waktu pengguna akan kembali diingatkan untuk menentukan pilihan.

Sebab, menyetujui ketentuan privasi baru -termasuk meneruskan data ke Facebook- merupakan syarat mutlak agar pengguna bisa terus memakai WhatsApp.

Ketentuan baru WhatsApp akan berlaku efektif pada 8 Februari 2021. Setelah tanggal tersebut, boleh jadi pengguna yang tidak atau belum menyetujui ketentuan baru WhatsApp tak akan bisa lagi memakai aplikasi itu.

Dengan kata lain, pengguna "dipaksa" untuk setuju. Pilihan lainnya adalah menghapus akun dan tidak menggunakan WhatsApp lagi.  Dalam notifikasinya, WhatsApp menyarankan pengguna mengunjungi Help Center untuk melakukan hal ini.

Data yang dibagi ke Facebook

Melalui unggahan FAQ di situsnya, WhatsApp mengungkapkan akan memberikan informasi pengguna yang termasuk dalam jenis "informasi yang dikumpulkan WhatsApp" pada bagian kebijakan privasi.

Lalu apa saja data pengguna WhatsApp yang akan diteruskan kepada Facebook?

Identifier: Ini pada dasarnya merupakan informasi akun yang disediakan pengguna ketika pertama kali mendaftar di aplikasi WhatsApp, termasuk nomor telepon, nama profil, foto profil, dan status.

Ada juga informasi perangkat seluler serta alamat IP yang digunakan pengguna.

Usage data: informasi yang didapat dari kategori ini meliputi berapa lama pengguna menggunakan WhatsApp, atau pada jam berapa, untuk tujuan apa. Apakah untuk melakukan panggilan atau chat, berapa pesan yang pengguna kirim, dan lainnya.

Purchases: ini mungkin berkaitan dengan data terkait pembelian apa pun yang pengguna lakukan via WhatsApp. Baru-baru ini, WhatsApp diketahui meluncurkan fitur pasar digital untuk membantu orang membeli barang melalui aplikasinya.

Location: informasi terkait dimana pengguna berada. Sebagai informasi, informasi lokasi yang dikumpulkan WhatsApp hanya berupa gambaran kasar yang tidak terlalu akurat.

User Content: pesan WhatsApp sebenarnya sudah dilengkapi dengan enkripsi end-to-end sehingga pihak lain bahkan pihak WhatsApp sendiri tidak dapat mengaksesnya untuk tujuan periklanan atau analitik.

Karena itu, jenis konten pengguna sebagaimana dimaksud dengan "user content" ini kemungkinan adalah wallpaper yang dipakai.

Diagnostics: data yang dikumpulkan WhatsApp terkait kondisi lalu lintas jaringan di aplikasinya.

Contact Info: semua kontak yang ada di ponsel pengguna.

Financial Info: WhatsApp mengumpulkan detail informasi pembayaran, seperti saat pengguna menggunakan WhatsApp Pay.

Baca juga: 5 Fitur WhatsApp yang Jarang Diketahui tapi Berguna



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X