Facebook Umumkan Keadaan Darurat, Akun FB dan Instagram Trump Dikunci 24 Jam

Kompas.com - 07/01/2021, 11:29 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump berbicara di Rose Garden, Gedung Putih, Kamis (13/11/2020) AFP/MANDEL NGAN Presiden Amerika Serikat Donald Trump berbicara di Rose Garden, Gedung Putih, Kamis (13/11/2020)

KOMPAS.com - Facebook mengunci laman Facebook Presiden AS Donald Trump selama 24 jam. Dalam kurun waktu tersebut, admin laman Donald Trump tidak bisa mengunggah kiriman apa pun.

Facebook menilai laman Facebook Donald Trump telah melakukan pelanggaran kebijakan.

"Kami dikejutkan dengan kekerasan yang terjadi di Capitol hari ini. Kami memperlakukan kejadian ini sebagai keadaan darurat," tulis Facebook, seperti dihimpun KompasTekno dalam blog resmi perusahaan.

Sebagai informasi, kericuhan sempat pecah di gedung senat di Washington DC, AS, Rabu (6/1/2021) waktu AS atau Kamis (7/1/2021) dini hari WIB. Pengunjuk rasa yang berasal dari pendukung Trump merangsek ke gedung Capitol.

Tidak hanya Facebook, Instagram juga mengunci akun Donald Trump. CEO Instagram Adam Mosseri mengumumkan hal itu di Twitter.

"Kami mengunci akun Instagram Presiden Donald Trump selama 24 jam juga," tulis Adam sembari me-retweet pengumuman dari Facebook.

Facebook juga melakukan beberapa tindakan terkait kericuhan yang terjadi di Washington DC. Beberapa konten yang mendukung tindak kekerasan dihapus.

Seperti ajakan untuk membawa senjata ke beberapa lokasi di seantero Amerika Serikat. Begitu pula dengan foto dan video para demonstran di Capitol.

"Di tahap ini, mereka menunjukkan promosi aktivitas kriminal yang melanggar kebijakan kami," tulis Facebook.

Facebook dan Instagram juga telah menghapus video di akun Donald Trump terkait unjuk rasa di Capitol. Ke depannya, Facebook mengatakan akan memperbarui label unggahan di seluruh platformnya.

Unggahan yang disasar adalah yang mencoba mendelegitimasi hasil pemilu AS.

Label baru nanti yang akan disematkan Facebook berbunyi, "Joe Biden telah terpilih sebagai Presiden dengan hasil yang sah oleh seluruh 50 negara bagian. AS memiliki undang-undang, prosedur, dan institusi yang didirikan untuk memastikan pemindahan kekuasaan secara damai setelah pemilu".

Baca juga: WhatsApp Ubah Kebijakan, Pengguna Harus Serahkan Data ke Facebook atau Hapus Akun

Facebook juga akan melakukan beberapa langkah tambahan untuk memperketat unggahan di platformnya. Seperti meminta admin grup untuk memoderasi postingan sebelum diunggah.

Komentar di grup yang mengandung ujaran kebencian dan kekerasan akan dihapus secara otomatis. Facebook juga akan menurunkan konten yang terindikasi melanggar aturannya, menggunakan mesin kecerdasan buatan (AI).

Sebelum Facebook, Twitter juga menutup sementara akun @realDonaldTrump selama 12 jam setelah menghapus tiga twit yang dinilai menyesatkan.

Twitter sempat mengancam akan menangguhkan akun Donald Trump secara permanen jika tidak menghapus twit tersebut. YouTube juga telah menghapus pidato Donald Trump terkait aksi unjuk rasa di Capitol.

Baca juga: Hak Spesial Donald Trump di Twitter Bakal Dicabut jika Kalah Pemilu



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X