Tips Menghindari Penipuan Berkedok Akun Layanan Konsumen di Medsos

Kompas.com - 07/01/2021, 20:06 WIB

Jangan terkecoh akun tiruan. Perhatikan lagi username, foto profil, dan gaya bahasa yang digunakan. Biasanya, akun layanan pelanggan resmi akan mengarahkan pelapor ke pesan langsung untuk proses aduan atau menghubungi layanan call center.

Apabila diarahkan lewat aplikasi perpesanan lain, seperti WhatsApp atau Telegram, anda patut curiga.

3. Jangan berikan OTP atau foto kartu ATM

Penipu biasanya akan menjebak korban lalu meninta kode OTP untuk mengakses aplikasi mobile banking. Mereka juga tidak segan meminta korban untuk mengirimkan foto kartu ATM.

Namun, pelanggan diimbau agar tidak memberikan informasi tersebut ke siapapun. Penyedia layanan resmi tidak akan meminta kode OTP atau meminta transfer untuk keperluan apapun.

Baca juga: 5 Tips Hindari Penipuan Modus Pencurian OTP

Menurut Alfons, lembaga penyedia jasa seharusnya sudah memiliki data tentang pelanggannya dan tidak perlu meminta ulang.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Harusnya penyedia jasa memiliki akses pada informasi-informasi tersebut," kata Alfons.

4. Jangan asal transfer

Ada seribu cara penipu untuk menghasut korbannya agar melakukan transfer. Namun permintaan itu harus ditolak.

Sebab, lembaga resmi biasanya tidak menarik biaya apapun saat pelanggannya mengajukan aduan.

"Kami sama sekali tidak menarik biaya apapun untuk proses administrasi dll," kata Kepala Humas BPJS Kesehatan, M. Iqbal Anas Ma'ruf, dalam tanggapannya atas kasus penipuan yang dialami Kiki.

Ada baiknya ketika menerima telepon dari pihak yang mengaku dari lemaga penyedia jasa resmi, korban ditemani satu orang dekat lain. Sebab, tak jarang para penipu menghasut bahkan menghipnotis korban agar mau menuruti permintaan transfer.

 

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.