Kompas.com - 08/01/2021, 16:36 WIB

Tak cuma itu, pengguna Weibo lainnya juga menanggapi kasus ini lewat kolom komentar. Sebagian di antaranya mengkritik dan memutuskan untuk menghapus aplikasi Pinduoduo dari ponsel mereka.

"Pinduoduo memang baik dari segi pembayaran gaji, tetapi saya tetap memutuskan untuk mencopot aplikasi ini. Karyawan yang bekerja di sana harap berhati-hati," tulis pengguna Weibo.

Pengguna lainnya juga mengatakan, "Saya merasa malu menggunakan aplikasi ini (Pinduoduo)".

Atas kejadian ini, saham Pinduoduo yang terdaftar di Nasdaq pada Senin 4 Januari 2021 dilaporkan anjlok hingga 6,1 persen yang ditutup di angka 166,78 dollar AS (sekitar Rp 2,3 juta).

Beberapa karyawan Pinduoduo mengatakan bahwa pegawai di sejumlah departemen kabarnya harus bekerja setidaknya 300 jam sebulan untuk memenuhi target penilaian perusahaan.

Berdasarkan riset yang dirilis oleh China Youth Study, disebutkan bahwa pegawai di China yang berusia 18 hingga 35 tahun bekerja lebih dari 40 jam seminggu.

Baca juga: Geser Jack Ma, Pendiri Startup Ini Jadi Orang Terkaya Kedua di China

Sebagaimana dihimpun KompasTekno dari Nikkei Asia, Jumat (8/1/2021), survei ini merujuk pada 2.171 responden yang dikumpulkan pada tahun 2016.

Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa sekitar 40 persen dari mereka yang bekerja lembur, tidak mendapatkan upah tambahan.

Angka pegawai yang berkecimpung di perusahaan teknologi dan pengetahuan dilaporkan 96,1 persen lebih tinggi dibandingkan bidang pekerjaan lainnya.

Sebagai informasi, meski tak begitu terkenal di luar China, Pinduoduo merupakan salah satu pemain besar di jajaran e-commerce China, selain Alibaba dan JD.com.

Kesuksesan Pinduoduo dilatarbelakangi oleh model belanja online yang berbeda dengan e-commerce lain.

Melalui Pinduoduo, konsumen bisa melakukan social shopping, alias berbelanja bersama dengan kerabat melalui link barang belanjaan yang dikirimkan melalui sebuah grup belanja.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.