Deretan Media Sosial dan Layanan Online yang Memblokir Donald Trump

Kompas.com - 11/01/2021, 18:45 WIB

Twitch juga pernah memblokir kanal tersebut secara sementara pada bulan Juni lalu ketika aksi Black Lives Matter digaungkan.

Snapchat turut menon-aktifkan akun Trump sejak Rabu pekan lalu karena dinilai menggaungkan ujaran kebencian dan kekeasan. Snapchat juga tidak lagi mempromosikan akun Trump di seksi "Discover".

Aplikasi berbagi video pendek asal China yang beberapa bulan ini berseteru dengan Trump, TikTio ikut menghapus konten-konten berbau kerusuhan di Capitol. Tiktok menghapus video yang dibubuhi tagar #stormcapitol, #patriotparty, #stophesteal, dan #QAnon.

Discord, aplikasi chatting para gamer memblokir server "The Donald" karena terhubung dengan forum online terbuka pendukung Trump bernama "TheDonald.Win" yang digunakan untuk menghasut kekerasan dan merencanakan pemberontakan bersenjata di AS.

Pinterest membatasi peredaran konten yang menggunakan tagar terkait pendukung Trump, seperti #StopTheSteal. Pembatasan itu sudah berlangsung sejak November. Platform virtual pinboard itu sebisa mungkin menghindari konten bernuansa politik.

Toko merchandise dan aplikasi ikut ditutup

Shopify yang dikenal sebagai platform online shop untuk e-commerce juga menghapus dua toko online yang berafiliasi dengan Trump, yakni toko merchandise organisasi dan kampanye Trump.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Toko tersebut dihappus secara permanen sejak Jumat pekan lalu. Google dan Apple juga kompak menghapus aplikasi Parler dari toko aplikasi mereka. Parler merupakan aplikasi sosial media yang digunakan para konservatif dan pendukung sayap kanan di Amerika Serikat.

Menurut laporan CNN, Amazon juga akan menghapus Parler dari layanan hosting cloud miliknya, Amazon Web Service. Sementara itu, YouTube semakin gencar menghapus video berisi misinformasi seputar pemilu dan klaim keliru terkait Trump.

Baca juga: Zuckerberg Tangguhkan Akun Facebook dan Instagram Donald Trump Tanpa Batas Waktu

Kanal-kanal yang mengunggah video semacam itu terancam tidak bisa mengunggah video atau melakukan siaran langsung di YouTube secara sementara. YouTube mengancam dengan hukuman lebih keras bagi mereka yang berulang kali melanggar.

"Kanal yang menerima tiga kali peringatan pelanggaran yang sama dalam 90 hari akan dihapus permanen dari YouTube," kata juru bicara YouTube, Alex Joseph, dihimpun KompasTekno dari Axios, Senin (11/1/2021).

Layanan pembayaran Stripe juga tidak lagi memproses pembayaran apapun yang berkaitan dengan kampanye Donald Trump yang dikabarkan masih terus menghimpun dana.

Halaman:


Sumber CNN,Axios
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X