Kebijakan Baru WhatsApp, Keresahan Pengguna, dan Permintaan Kominfo

Kompas.com - 13/01/2021, 08:05 WIB
ilustrasi WhatsApp user slashgear.comilustrasi WhatsApp user

KOMPAS.com - Belakangan warganet banyak meributkan aplikasi perpesanan WhatsApp. Keramaian itu bersumber dari pengumuman kebijakan baru WhatsApp yang digelontorkan ke penggunanya sejak awal Januari 2021.

Para pengguna menjadi resah karena terancam tidak bisa menggunakan aplikasi WhatsApp lagi jika tidak menyetujui kebijakan baru tersebut.

Notifikasi di aplikasi WhatsApp yang muncul 7 Januari lalu pun menimbulkan banyak pertanyaan pengguna.

Apakah harus memilih opsi "Setuju" sekarang, jika tidak setuju apakah benar akan mati akunnya. Bagaimana cara menyetujui kebijakan baru WhatsApp tersebut jika belum mendapat notifikasi.

Ada juga yang resah karena tidak memilih apapun yang berujung pada kekhawatiran aplikasi WhatsApp-nya terblokir.

Baca juga: WhatsApp Beri Syarat Pemakaian Baru Hari Ini, Apa yang Harus Dilakukan Pengguna?

Pengumuman itu sendiri berisi perubahan kebijakan privasi. Salah satu poin yang menimbulkan perdebatan adalah pengguna "dipaksa" mengizinkan WhatsApp meneruskan data ke Facebook, selaku induk WhatsApp.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara dua poin lainnya berkisar soal pemrosesan data pengguna dan komunikasi dengan pemilik akun bisnis. Persyaratan baru dan kebijakan privasi WhatsApp ini akan mulai berlaku 8 Februari 2021.

Soal data yang bisa diteruskan ke pihak Facebook tersebut pun membuat warganet resah. Mereka mempertanyakan, apakah isi chat dan percakapan telepon bisa turut dibaca dan diteruskan ke Facebook.

Lantas, apa saja data yang dibagikan? Apa yang harus dilakukan pengguna dan bagaimana tanggapan pemerintah? Berikut hal-hal yang perlu diketahui soal kebijakan baru WhatsApp.

Apa saja data yang diteruskan ke Facebook?

Data yang dibagikan WhatsApp dengan Facebook adalah metadata seperti lokasi, alamat IP perangkat, dan daftar kontak.

Selain itu data terkait perangkat pengguna juga diteruskan, seperti level baterai, kekuatan sinyal, versi aplikasi, informasi browser, jaringan seluler, informasi koneksi (termasuk nomor telepon, operator seluler atau ISP).

WhatsApp juga tetap bisa mengakses lokasi pengguna meskipun tidak mengaktifkan fitur lokasi/GPS di perangkat. Aktivasi itu digunakan untuk mengumpulkan alamat IP dan informasi lain, seperti kode area dan nomor telepon untuk memperkirakan gambaran lokasi secara umum.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X