Tinggalkan WhatsApp, Lebih Baik Pilih Signal atau Telegram?

Kompas.com - 17/01/2021, 17:12 WIB
Ilustrasi aplikasi perpesanan Telegram, Signal, WhatsApp Nikkei AsiaIlustrasi aplikasi perpesanan Telegram, Signal, WhatsApp
|
Editor Oik Yusuf

KOMPAS.com - Sejak perubahan kebijakan privasi diumumkan, WhatsApp mulai ditinggalkan oleh penggunanya. Hal yang dikritisi dari kebijakan baru ini menyangkut soal keamanan privasi pengguna WhatsApp.

Sebagai gantinya, beberapa pengguna WhatsApp dilaporkan mulai beralih ke aplikasi perpesanan lain seperti Telegram dan Signal. Alasannya yaitu untuk menghindari "paksaan" WhatsApp agar menyetujui kebijakan privasi terbarunya.

Baca juga: Kebijakan Baru WhatsApp, Keresahan Pengguna, dan Permintaan Kominfo

Pengguna baru di Telegram dan Signal pun belakangan diketahui mengalami peningkatan. Menurut hasil riset firma Sensor Tower, dalam dua hari, Telegram telah diunduh sebanyak lebih dari 2,2 juta pengguna di platform Android (Play Store) dan iOS (App Store).

Sementara, Signal mulai populer sejak CEO Tesla dan SpaceX, Elon Musk menyarankan para pengikutnya untuk beralih ke aplikasi ini.

Di antara keduanya, mana yang sebaiknya dipilih sebagai pengganti WhatsApp? Sebuah laporan yang dipublikasikan oleh Cyber News berusaha memberikan jawabannya.

Baca juga: Bukti WhatsApp Mulai Ditinggalkan Pengguna

Lebih aman secara default

Menurut Cyber News, Signal adalah pilihan yang lebih baik dibanding Telegram karena alasan sederhana: secara default, Telegram tidak aman.

Baik Signal maupun Telegram sebenarnya sama-sama menerapkan enkripsi yang sangat aman untuk melindungi isi obrolan pengguna dari intipan pihak lain. Namun, dari keduanya, hanya Signal yang menyalakan perlindungan enkripsi sejak awal.

Untuk bisa menerapkan enkripsi di Telegram, pengguna harus mengaktifkannya secara manual. Menurut Cyber News, ini adalah kekurangan besar karena hanya sebagian kecil pengguna yang mengutak-atik setting.

Baca juga: 5 Poin Klarifikasi Terbaru Aturan Baru WhatsApp

"Sebuah studi menunjukkan bahwa hanya 5 persen pengguna yang mengubah setting mereka di aplikasi. Sebanyak 95 persen sisanya membiarkan di setelan default," tulis Cyber News di situsnya, sebagaimana dihimpun KompasTekno, Minggu (17/1/2021).

Halaman:


Sumber Cyber News
Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X