Sama-sama Diblokir AS, Nasib Xiaomi Beda dengan Huawei

Kompas.com - 18/01/2021, 12:47 WIB
Ilustrasi logo Xiaomi dan beragam produk buatannya. GSMArenaIlustrasi logo Xiaomi dan beragam produk buatannya.
Penulis Bill Clinten
|

Sebab, selain ditinggal oleh para investor besar, seperti Qualcomm yang sejatinya berasal dari AS, kebijakan ini diprediksi bakal memengaruhi harga saham Xiaomi di bursa efek Hong Kong (HKEX).

Seperti diketahui, Xiaomi resmi menjadi perusahaan publik di HKEX sejak 2018 lalu. Pada saat itu, Initial Public Offering (IPO) perusahaan ini dibuka dengan nilai valuasi keseluruhan sebesar 54,3 miliar dolar AS (sekitar Rp 777 triliun, kurs kala itu).

Huawei sendiri bukan merupakan perusahaan publik dan didanai sepenuhnya oleh kalangan internal. Sehingga, segala urusan terkait investasi asing kemungkinan tidak begitu berdampak kepada perusahaan, terlebih untuk jangka panjang.

Selain itu, sejumlah investor asal AS yang "kabur" dari Xiaomi juga disebut bakal memengaruhi bisnis perusahaan di sejumlah pasar penting Xiaomi, terutama di wilayah Eropa, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari AndroidPolice, Senin (18/1/2021).

Baca juga: Perusahaan Jack Ma Bakal Dinasionalisasi China, Apa Artinya?

Xiaomi klarifikasi

Terlepas dari berbagai efek yang kemungkinan terjadi ketika masuk ke daftar hitam AS, Xiaomi sendiri sempat memberikan klarifikasi dan membantah bahwa mereka bukan merupakan perusahaan yang terafiliasi dengan pihak militer.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Mereka juga menegaskan bahwa produk yang dibuatnya adalah untuk tujuan komersil yang digunakan oleh masyarakat sipil.

"Perusahaan (Xiaomi) telah mematuhi hukum dan beroperasi sesuai dengan hukum dan peraturan yuridiksi yang relevan dalam menjalankan bisnisnya," tulis Xiaomi dalam sebuah blog dan unggahan Twitter.

"Perusahaan mengonfirmasi bahwa tidak dimiliki, dikontrol atau terafiliasi dengan militer China, dan bukan 'Perusahaan Militer Komunis China' yang didefiniskan oleh undang-undang NDAA", lanjut Xiaomi.

Ke depannya, Xiaomi mengonfirmasi bahwa mereka akan melakukan tindakan yang tepat, guna melindungi perusahaan dan para pemangku kepentingan.

Meski demikian, tidak dijelaskan tindakan apa yang akan diambil Xiaomi setelah ini. Namun, apabila masuk ke daftar hitam yang sama dengan Huawei, mereka tampaknya sudah menyiapkan rencana cadangan.

"Untuk mempersiapkan kemungkinan terburuk (Entity List), kami telah memiliki plan B. Kami juga terus berinvestasi di sejumlah perusahaan semikonduktor di China," ujar Product Manager Xiaomi Global, Abi Go, dalam sebuah wawancara tahun lalu.

"Terlepas dari itu, kami percaya bahwa keputusan dari para pemangku kepentingan di ranah politik tak akan memengaruhi strategi bisnis kami," imbuh Abi.

Baca juga: AS Hapus Perusahaan Jack Ma dari Daftar Hitam Investor

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X