Xiaomi, Depak Apple dari 3 Besar kemudian Masuk Daftar Hitam AS

Kompas.com - 18/01/2021, 15:15 WIB
Ilustrasi logo Xiaomi dan beragam produk buatannya. GSMArenaIlustrasi logo Xiaomi dan beragam produk buatannya.

Sehari setelah dimasukkan ke dalam daftar hitam, Xiaomi membantah tuduhan pemerintah AS itu. "Perusahaan tidak dimiliki, dikendalikan, atau berafiliasi dengan militer China," tulis Xiaomi sebagaimana dihimpun dari blog perusahaan.

Selain itu, Xiaomi juga mengatakan perusahaannya tidak memenuhi definisi "perusahaan militer China" yang tertuang di bawah Undang-Undang Otorisasi Pertahanan Nasional (NDAA) AS.

Baca juga: Tanggapan Xiaomi Setelah Dicap Perusahaan Militer Komunis China

Sebagai informasi, daftar hitam ini lahir berkat perintah eksekutif 13959 yang diteken Presiden Donald Trump pada November 2020 lalu. Presiden ke-45 AS itu melarang warga AS berinvestasi di perusahaan China yang disinyalir dimiliki atau dikendalikan oleh militer komunis China.

Sejak saat itu, pemerintah AS kerap kali memasukkan perusahaan teknologi maupun telekomunikasi asal China yang diduga berafiliasi dengan militer komunis China ke dalam daftar hitam tersebut.

Pihak AS sejauh ini sudah memasukkan lebih dari 60 perusahaan China ke dalam daftar hitam, termasuk tiga penyedia telekomunikasi terbesar asal China, yakni China Telecom Corporation Limited, China Mobile Limited, dan China Unicom (Hong Kong) Limited.

Namun perlu digarisbawahi bahwa daftar hitam di bawah perintah eksekutif 13959 ini berbeda dengan entity list yang menjerat vendor drone DJI dan Huawei.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Setidaknya untuk saat ini, Xiaomi masih bisa mengimpor segala komponen dari pemasok AS. Seperti yang diketahui, Xiaomi merupakan salah satu pelanggan dari vendor chip terkemuka Qualcomm.

Larangan investasi pada Xiaomi dan perusahaan China lainnya ini masih sangat mungkin dibatalkan. Hal ini mengingat Presiden Trump akan segera lengser pada 20 Januari 2021 mendatang dan kekuasaan selanjutnya akan diemban oleh Presiden terpilih Joe Biden.

Baca juga: Joe Biden Jadi Presiden AS, Perusahaan Raksasa Teknologi Terancam

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X