Bos Samsung Kembali Dijatuhi Hukuman Penjara 2,5 Tahun

Kompas.com - 19/01/2021, 12:13 WIB
Pewaris sekaligus Wakil Presiden Samsung Electronics Lee Jae-yong saat menghadiri persidangan di Pengadilan Tinggi Seoul, Korea Selatan atas kasus suap. ED JONESPewaris sekaligus Wakil Presiden Samsung Electronics Lee Jae-yong saat menghadiri persidangan di Pengadilan Tinggi Seoul, Korea Selatan atas kasus suap.

KOMPAS.com - Belum genap tiga tahun setelah keluar dari penjara, ahli waris sekaligus Wakil Presiden Samsung Electronics harus kembali masuk bui karena terlibat kasus korupsi.

Lee Jae-yong atau yang dikenal pula dengan nama Jay Y.Lee dijatuhi hukuman 2,5 tahun penjara pada Senin (18/1/2021) oleh Pengadilan Tinggi Seoul.

Lee didakwa melakukan suap kepada mantan Presiden Korea Selatan, Park Geun-hye dan kawan lamanya, Choi Soon-sil.

Suap dilakukan Lee untuk mendapat dukungan pemerintah demi memuluskan transisi kekuasaan perusahaan dari sang ayah Lee Kun-hee yang telah wafat pada Oktober 2020.

Sebelumnya, pada tahun 2017, Lee telah mendekam di penjara atas kasus suap sebesar 29,8 miliar won dan kabarnya menjanjikan jumlah yang lebih besar.

Saat itu, Lee dijatuhi hukuman lima tahun penjara karena memberikan 8,9 miliar won untuk pelatihan berkuda milik anak Choi dan donasi kepada yayasan yang dijalankan keluarga Choi.

Pada 2018, Lee dibebaskan setelah pengadilan menangguhkan hukuman penjara selama 2,5 tahun berdasarkan jumlah suap yang direvisi menjadi hanya 3,6 miliar won.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tahun 2019, pengadilan menemukan dugaan bahwa Lee menawarkan total 8,6 miliar won. Pengadilan pun kembali membuka kasus tersebut untuk dilakukan persidangan ulang, sebagaimana KompasTekno rangkum dari media Korea Selatan, Yonhap News.

Putusan pengadilan, pada hari Senin, membuat pendukung Lee dan para pemimpin perusahaan untuk meminta keringanan hukuman dengan alasan bahwa peran Lee dibutuhkan untuk membantu mengatasi kesulitan ekonomi di tengah pandemi.

Baca juga: Bos Samsung Lee Kun-hee Meninggal Dunia

Masuknya Lee ke penjara juga mengancam penundaan restrukturisasi kepemimpinan setelah Lee Kun-hee wafat. Hakim ketua, Jeong Jun-yeong, mengatakan bahwa Lee telah menunjukkan keinginan yang kuat untuk menjadikan perusahaannya lebih transparan.

"Meskipun ada beberapa kekurangan, saya berharap seiring berjalannya waktu, ini akan dievaluasi sebagai tonggak sejarah perusahaan Korea sebagai awal kepatuhan dan etika mereka," jelas Jeong, dikutip dari NDTV.

Sementara itu, kuasa hukum Lee, Lee In-jae, menyayangkan keputusan pengadilan.

"Kasus ini melibatkan penyalahgunaan kekuasaan mantan presiden yang melanggar kebebasan dan hak millik perusahaan," kata In-jae.

Atas kasus yang sama, mantan Presiden Park dijatuhi hukuman kurungan 20 tahun dan bagi Choi Soon-sil selama 18 tahun. Lee yang datang di persidangan dengan jas hitam tidak memberikan komentar apa pun setelah keputusan dibacakan.

Pada Desember lalu, Lee mengatakan bahwa dirinya ingin membuat "Samsung yang baru". Tidak diketahui apakah pihak Lee akan mengajukan banding atau tidak.

Di sisi lain, para aktivis anti-korupsi menyambut keputusan pengadilan. Samsung menjadi salah satu konglomerat yang dijalankan keluarga atau dikenal dengan sebutan chaebol yang memiliki hubungan yang "nyaman" dengan para politisi Korea.

Para aktivis meminta agar pengadilan bisa lebih tegas terhadap hubungan chaebol dan para politisi yang disebut membuat tata kelola perusahaan menjadi buruk di Korea Selatan.

Baca juga: Pak Haji Itu Sudah Tidak di Samsung Indonesia Lagi

Nasib Samsung

Untuk sementara waktu, Lee akan "dibebaskan" dari pengambilan keputusan perusahaan. Dia juga tidak bisa mengawasi langsung jalannya bisnis Samsung. Kendati demikian, analis menilai dipenjaranya Lee tidak akan berdampak pada operasional sehari-hari Samsung.

Hal yang kemungkinan berpengaruh adalah keputusan-keputusan besar yang dampaknya baru terlihat beberapa tahun mendatang, seperti merger dan akuisisi atau perubahan struktur manajerial.

"Ketidakhadiran Lee tidak akan mengganggu manajemen Samsung saat ini. Berbeda dengan periode ayahnya, Samsung dikelola oleh sistem, di mana pengambilan keputusan didistribusikan ke masing-masing CEO," jelas Chung Sun-sup, kepala eksekutif firma penelitian Chaebul.com.

Setelah keputusan ini, saham afiliasi Samsung turun tajam. Saham Samsung tercatat turun 3,4 persen menjadi penurunan harian terburuk mereka dalam lima bulan terakhir.
Sementara saham Samsung C&T turun sebesar 6,8 persen.

Baca juga: Samsung Pimpin Pasar Smartphone Global di Kuartal-III 2020

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.