Kompas.com - 19/01/2021, 20:01 WIB
Ilustrasi aplikasi chatting Signal, WhatsApp, dan Telegram. Kompas.com/Wahyunanda KusumaIlustrasi aplikasi chatting Signal, WhatsApp, dan Telegram.

KOMPAS.com - Signal, aplikasi pesaing WhatsApp kini semakin populer sejak WhatsApp mengumumkan kebijakan privasi baru yang ditentang banyak orang.

Pengguna WhatsApp dilaporkan cukup banyak yang hijrah ke aplikasi Signal. Aplikasi ini diklaim lebih terpercaya dalam urusan privasi dibanding WhatsApp.

Secara umum, Signal memiliki fitur yang hampir sama dengan WhatsApp dan aplikasi pesan instan lain. Namun, ada beberapa fitur unik di dalamnya dan belum tersedia di WhatsApp.

Salah satunya adalah dukungan bahasa Jawa yang bisa dibuah langsung di dalam aplikasi.

Di WhatsApp, pengaturan bahasa mengikuti pengaturan perangkat yang digunakan. Artinya, untuk mengganti bahasa di WhatsApp, pengguna harus mengubah pengaturan bahasa di sistem operasi ponsel.

Sementara itu, kebanyakan ponsel Android maupun iOS belum mendukung bahasa Jawa di pengaturan bawaan.

Hal ini berbeda dengan Signal, di mana pengguna bisa mengubah pengaturan bahasa sesuka hati dari aplikasi tanpa harus mengubah pengaturan bahasa di perangkat. Selain bahasa Jawa, Signal tentu saja sudah mendukung bahasa Indonesia.

Baca juga: Kebijakan Baru WhatsApp Ditunda, Tidak Ada Akun yang Dihapus 8 Februari

Android

Untuk mengubah bahasa di Signal sangat mudah. Di ponsel Android, pengguna cukup mengetuk foto profil di sisi atas layar.

Kemudian pilih "appearance" atau tampilan. Lalu pilih "bahasa" dan gulir hingga menemukan opsi "Bahasa Jawa". Secara otomatis, seluruh menu akan muncul dalam Bahasa Jawa.

Cara mengubah pengaturan aplikasi Signal ke Bahasa Jawa.Kompas.com/Wahyunanda Kusuma Cara mengubah pengaturan aplikasi Signal ke Bahasa Jawa.

iOS

Pengguna iOS juga bisa melakukan hal yang sama. Namun, pengguna perlu mengecek ke laman dukungan Apple lebih dahulu untuk melihat bahasa apa yang tersedia.

Kemudian, pergi ke menu "settings", pilih "Signal" lalu "Select Language". Gulir hingga menemukan opsi bahasa yang dikehendaki.

Perlu diingat bahwa perubahan bahasa tidak berlaku simultan dengan aplikasi Signal versi dekstop. Sebab, Signal versi desktop mengikuti pengaturan bahasa dari sistem operasi perangkat.

Baca juga: Tinggalkan WhatsApp, Lebih Baik Pilih Signal atau Telegram?

Seperti dikatakan sebelumnya, aplikasi Signal semakin banyak diunduh karena kontroversi kebijakan privasi WhatsApp. Brian Acton, pendiri Signal yang juga mendirikan WhatsApp, enggan mengungkap jumlah unduhan Signal.

Dalam wawancaranya dengan Tech Crunch, Acton hanya sesumbar bahwa Signal jadi aplikasi terpopuler di Apps Store di 40 negara dan Play Store di 18 negara.

Menurut analisis firma riset Sensor Tower, Signal meraih 1,2 juta unduhan setelah WhatsApp mengumumkan kebijakan barunya tanggal 7 Januari lalu.

Berbanding terbalik, jumlah unduhan WhatsApp yang cukup signifikan, yakni sebesar 11 persen di tujuh hari pertama tahun 2021.

Baca juga: Bukti WhatsApp Mulai Ditinggalkan Pengguna

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.