Pemerintah India Minta WhatsApp Batalkan Kebijakan Privasi Baru

Kompas.com - 20/01/2021, 10:10 WIB
Ilustrasi Whatsapp Shutterstock/Antonio SalaverryIlustrasi Whatsapp

KOMPAS.com - Kontroversi kebijakan privasi baru WhatsApp membuat pemerintah India ikut turun tangan. Pemerintah India meminta WhatsApp untuk menarik pembaruan kebijakan privasi mereka dan menghormati "informasi privasi dan keamanan data pengguna di India".

Pemerintah India telah melayangkan surat yang ditujukan kepada CEO WhatsApp, Will Catchcart. Surat tersebut berisi daftar pertanyaan terkait kebijakan baru yang dianggap diskriminatif.

WhatsApp dinilai lebih "lunak" terhadap pengguna di Eropa karena terikat peraturan perlindungan data GDPR.

Niamh Sweeney, Direktur Kebijakan utntuk WhatsApp Eropa,  mengatakan bahwa tidak ada perubahan praktik berbagi data di wilayah Eropa pada perubahan kebijakan privasi baru.

"WhatsApp tidak membagi data penggunanya di wilayah Eropa dengan Facebook yang bertujuan dimanfaatkan Facebook dalam meningkatkan produk atau iklan," kata Sweeney.

Sementara di wilayah luar Eropa, termasuk India dan Indonesia, WhatsApp lebih "galak" menerapkan kebijakan baru tersebut dan mengancam akan menangguhkan akun WhatsApp jika tidak menyetujuinya.

Baca juga: Kominfo Minta WhatsApp Transparan soal Data Pengguna yang Dikumpulkan

Dilaporkan Times of India, sebagaimana dihimpun KompasTekno, Rabu (20/1/2021), salah seorang sumber mengatakan pemerintah India menyayangkan pengumuman kebijakan baru tersebut dan meminta perusahaan jejaring sosial itu segera menyelesaikan masalah tersebut.

Menurut sumber tersebut, pemerintah India telah memahami isi kebijakan privasi baru WhatsApp dan menaruh perhatian yang besar atas kebijakan tersebut terhadap pengguna WhatsApp di India.

Dalam surat, disebutkan bahwa pembagian data pengguna dengan Facebook akan memperlebar risiko keamanan dan kerentanan data pengguna yang lebih besar dan menciptakan lumbung informasi data pengguna.

Pemerintah India juga mengkritisi tidak adanya opsi menolak (opt out) dalam kebijakan tersebut. Seperti diketahui, pengguna "dipaksa" menyetujui kebijakan baru WhatsApp atau akun akan ditangguhkan.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X