Daftar Perusahaan Teknologi Asal China yang Didepak Donald Trump

Kompas.com - 20/01/2021, 12:07 WIB

Alibaba, Tencent, Baidu 

Awal Januari 2021, pemerintah AS berencana akan memasukkan ketiga perusahaan raksasa teknologi asal China ini ke dalam daftar hitam "perusahaan milik militer China".

Namun, sebagaimana dihimpun Bloomberg, Rabu (20/1/2021) pejabat AS sepakat untuk membatalkan rencana ini dan tidak melakukan pelarangan investasi warga AS pada ketiga perusahaan tersebut, pada Senin (18/1/2021).

Baca juga: AS Hapus Perusahaan Jack Ma dari Daftar Hitam Investor

Saat spekulasi Alibaba dan Tencent akan dimasukkan ke dalam daftar hitam, saham keduanya langsung meresponsnya dengan negatif pada 7 Januari lalu.

Huawei Technologies dan Hangzhou Hikvision Digital Technology

Huawei dan Hikvision menjadi perusahaan yang paling awal dimasukkan ke dalam daftar hitam investor AS, tepatnya pada 12 November 2020. Dua perusahaan ini lebih dulu dimasukkan ke dalam daftar entity list milik Departemen Perdagangan AS pada 2019.

Selain perusahaan teknologi, perintah eksekutif 13959 juga menjegal perusahaan asal China yang bergerak di bidang telekomunikasi hingga dirgantara, termasuk tiga penyedia telekomunikasi global terbesar asal China, yakni China Telecom Corporation Limited (CHA), China Mobile Limited 0941.HK (CHL), dan China Unicom (Hong Kong) Limited (CHU).

  • Perintah Eksekutif 13873

Selain perusahaan teknologi, Trump juga memblokir aplikasi yang berasal dari China.

Pada 5 Januari 2021 lalu, pemerintah AS mengeluarkan delapan nama-nama perusahaan yang akan segera diblokir di AS, baik di Apple store maupun Google store.

Sebagaimana dihimpun dari Reuters, menurut seorang pejabat AS yang tidak mau disebutkan namanya, perintah larangan ini merupakan langkah untuk melindungi warga AS dari ancaman pengambilan data sensitif pengguna oleh aplikasi asal China.

Baca juga: Trump Larang 8 Aplikasi China di AS, Termasuk AliPay dan WeChat

Pejabat AS itu melanjutkan, aplikasi-aplikasi tersebut diyakini dapat mengakses dan menghimpun banyak data pengguna warga AS, termasuk melacak lokasi hingga informasi pribadi yang sensitif. Berikut daftar aplikasi tersebut.

  1. AliPay
  2. WeChat Pay
  3. CamScanner
  4. QQ Wallet
  5. SHAREit
  6. Tencent QQ
  7. VMate
  8. WPS Office

Selain delapan aplikasi itu, pemerintah AS juga turut memblokir aplikasi milik anak perusahaan mereka.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.