Steve Jobs Ternyata Tak Suka Presentasi dengan PowerPoint, Ini Alasannya

Kompas.com - 21/01/2021, 10:34 WIB
Pendiri Apple, Steve Jobs cnet.comPendiri Apple, Steve Jobs
|
Editor Oik Yusuf

KOMPAS.com - Siapa yang tak mengenal PowerPoint? Aplikasi ini biasanya digunakan
mayoritas orang untuk keperluan presentasi, baik di sekolah, kantor, hingga acara khusus seperti seminar.

Di kalangan pegawai kantoran, PowerPoint seringkali dipakai untuk menampilkan materi dalam sesi rapat perusahaan. Tujuannya yaitu memudahkan para partisipan untuk melihat poin-poin apa saja yang akan dibahas.

Meski umum digunakan, nyatanya almarhum pendiri Apple, Steve Jobs justru tidak menyukai aplikasi besutan Microsoft tersebut. Mengapa demikian?

Jobs menilai bahwa rapat dengan menggunakan PowerPoint tidak efektif. Menurut Jobs, partisipan yang bergabung di dalam rapat tidak membutuhkan itu untuk melihat segala materi yang akan dipresentasikan.

Baca juga: Kekuatan Perkataan dan Pemikiran Steve Jobs yang Mendunia

"Orang lain (partisipan) yang sudah mengetahui apa yang akan dibahas dalam rapat tersebut, sama sekali tidak membutuhkan itu (PowerPoint)," ungkap Jobs.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebagaimana dihimpun KompasTekno dari Inc, Kamis (21/1/2021), Jobs juga mengatakan bahwa dengan tidak adanya PowerPoint, rapat menjadi lebih "hidup" sehingga semua partisipan dapat terlibat secara aktif.

"Saya benci jika ada orang yang masih mengandalkan slide presentasi untuk bertukar pikiran. Saya ingin mereka terlibat secara langsung dan membahas berbagai hal tanpa mengacu pada slide presentasi," jelas Jobs.

Apalag, peserta rapat biasanya hanya dihadiri oleh segelintir partisipan yang benar-benar paham akan topik yang didiskusikan, sehingga mereka kemungkinan bisa memberikan penjelasan tanpa harus melakukan presentasi.

Terlepas dari hal itu, spekulasi menyebutkan bahwa sikap Jobs yang kontra dengan PowerPoint bisa saja didasari oleh keinginannya untuk tidak bergantung dengan produk pesaing (Microsoft).

Namun, Jobs nampaknya memang ingin membentuk kebiasaan agar para partisipan terdorong untuk beropini dan menciptakan diskusi sehingga rapat bisa lebih mudah mencapai hasil bersama.

Pakai papan kaca

Dalam rapat tertentu, Jobs tetap membutuhkan alat bantu untuk mengutarakan isi pikirannya. Tapi lagi-lagi dia tak menggunakan PowerPoint.

Jobs lebih memilih memakai papan berbahan kaca untuk mempresentasikan materi rapat. Di sana, Jobs biasanya menggambarkan atau menulis ide maupun gagasan kreatif sebagai bentuk materi pembahasan.

Jobs menyarankan, PowerPoint sebaiknya digunakan pada saat rapat berskala besar saja, bukan untuk rapat yang bersifat rutin setiap hari.

Baca juga: Ramalan Steve Jobs Tahun 2010 Hari Ini Terbukti

Selain Steve Jobs, CEO Twitter, Jack Dorsey juga menuturkan hal yang sama. Dorsey meminta agar penggunaan PowerPoint saat rapat harus dibatasi.

"Jangan mengacu pada itu. Keluar dari PowerPoint, dan mulailah memberi gagasan baru kepada banyak orang," kata Dorsey.

Selain dua bos perusahaan di atas, Jeff Weiner yang kini merupakan Executive Chairman LinkedIn, juga pernah menyatakan bahwa perusahaannya sudah tidak lagi melakukan rapat dengan presentasi PowerPoint sejak tahun 2013.

Sebagai solusinya, Weiner meminta agar materi yang akan dipresentasikan dikirim kepada partisipan setidaknya 24 jam sebelum rapat berlangsung.

Dengan demikian, partisipan dapat membiasakan diri untuk memahami materi dan topik pembahasan yang akan didiskusikan nanti.

Menurut Weiner, pola rapat seperti ini akan menghemat waktu lantaran seluruh partisipan sudah lebih dulu melihat apa saja poin-poin yang akan dibahas dalam sesi rapat.

Baca juga: Ayah Steve Jobs, Imigran Muslim yang Menyesal Tak Mengenal Anaknya

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber Inc.
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.