Stok Ludes, Reseller Jual PS5 di Indonesia hingga Rp 30 Juta

Kompas.com - 23/01/2021, 11:08 WIB
Ilustrasi PS5 dengan controller DualSense. TechspotIlustrasi PS5 dengan controller DualSense.

KOMPAS.com - Konsol next gen terbaru besutan Sony, PlayStation 5 ( PS5) telah resmi dijual di Indonesia mulai Jumat (22/1/2021).

Kendati demikian, tidak semua peminat bisa langsung membeli konsol terbaru tersebut di toko. Hal ini disebabkan lantaran stok PS5 di Tanah Air sudah ludes terjual.

Artinya, konsol penerus PS4 ini tidak bisa dibeli secara langsung di toko. Ironisnya, sejumlah oknum mencoba memanfaatkan momen ini untuk meraup keuntungan.

Sejumlah reseller yang memborong PS5 menjual kembali konsol ini dengan banderol harga dua hingga tiga kali lebih mahal dibanding harga resmi.

Baca juga: Pengecer Borong 3.500 PS5 Pakai Bot

Pantauan KompasTekno pada situs e-commerce Tokopedia, Jumat (22/1/2021) lalu, penjual dengan username milastoreyh mematok harga PS5 dengan harga Rp 30,4 juta.

Ada pula penjual dengan akun bernama Teras Game yang menjual PS5 Standard Edition dengan banderol harga Rp 15,8 juta pada kanal e-commerce Blibli.

Pantauan harga PS5 yang dijual kembali di TokopediaKOMPAS.com/Kevin Rizky Pratama Pantauan harga PS5 yang dijual kembali di Tokopedia

Menjual PS5 dengan harga tersebut memang sangat tidak masuk akal. Pasalnya, harga yang dibanderol sangat jauh di atas harga peluncuran PS5 resmi.

Sebagai informasi, harga PS5 Standard Edition resmi di Indonesia dibanderol Rp 8,8 juta. Sedangkan versi digital dijual dengan harga Rp 7,3 juta.

Meroketnya harga konsol tersebut dipengaruhi oleh tingginya antusiasme para penggemar konsol PlayStation.

Baca juga: Rekor Baru, Sony Jual 1,4 Juta Konsol PS5 dalam Seminggu

Beberapa waktu lalu, President & CEO Sony Interactive Entertainment (SIE), Jim Ryan sempat mengatakan bahwa pandemi Covid-19 bukanlah penyebab utama dari kelangkaan PS5.

Ia yakin PS5 tetap akan ludes walaupun meluncur dalam keadaan normal. Faktor di balik PS5 yang langka ini disebutnya bukanlah berasal dari masalah produksi, tapi tingginya permintaan tadi.

Namun, Ryan tidak memungkiri fakta bahwa pandemi Covid-19 tetap mengakibatkan dampak tidak langsung terhadap proses produksi PS5. Ryan mengaku terkendala dengan pembatasan perjalanan yang diterapkan oleh sejumlah negara.

"Kami harus memantau proses persiapan manufaktur lewat kamera secara remote. Bayangkan harus melakukan itu untuk perangkat yang dibuat secara presisi seperti PS5," kata Ryan dihimpun KompasTekno dari GamesRadar, Sabtu (23/1/2021).



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X