Kompas.com - 25/01/2021, 09:03 WIB

KOMPAS.com - Pengiriman PC gaming dan monitor diprediksi akan terus meningkat hingga tiga tahun mendatang. Menurut laporan firma riset IDC, PC gaming dan monitor yang dikirimkan akan menembus angka 61,9 juta unit pada 2024.

IDC juga memprediksi, dalam kurun waktu lima tahun, terhitung sejak tahun 2020, tingkat pertumbuhan tahunan rata-rata akan mencapai 5,7 persen.

Masih dari laporan yang sama, pada tahun 2020, pengiriman PC gaming dan monitor diprediksi naik 16,2 persen dari tahun ke tahun (year over year/YoY) menjadi 49,6 juta unit.

Kenaikan ini tak lain didorong oleh permintaan konsumen di seluruh dunia yang lebih banyak beraktivitas di rumah karena pandemi Covid-19, demi meminimalisir tertular virus corona.

"Meski paruh pertama 2020 harus menghadapi masalah pasokan hardware, konsumsi software, dan layanan gaming terus meningkat seiring dengan durasi bermain," kata Jitesh Ubrani, manajer riset IDC untuk perangkat mobile global.

Baca juga: Laptop dan PC Kekurangan Stok, Diprediksi Baru Pulih pada 2022

Ubrani mengatakan dalam enam hingga 12 bulan mendatang, pengiriman PC gaming dan monitor akan terus naik karena akan ada banyak GPU baru dari Nvidia, AMD, dan Intel. Para produsen itu diharapkan bisa menggerakkan harga pasar yang lebih rendah dan kinerja lebih tinggi.

Selain itu kemunculan game baru dan dukungan teknologi ray tracing juga diharapkan akan mendorong permintaan pasar.

Di samping hardware, peluncuran konsol baru dan streaming game dari layanan cloud, seperti Luna, Stadia, dan Xbox Game Pass juga amat dinantikan dan diharapkan bisa menyuntikkan dampak positif bagi industri PC gaming dan monitor.

"GPU baru, peningkatan durasi yang dihabiskan untuk game, dan pengembangan game baru telah memperbarui kebutuhan monitor gaming yang mumpuni," kata Jay Chou, Manajer Riset untuk PC monitor global IDC.

Chou menambahkan, pasar telah merespons dengan menyediakan beragam pilihan PC gaming yang menarik. Pengembangan lain seperti cloud gaming akan membantu pemilik PC model entry-level untuk terjun ke dunia gaming.

Baca juga: Pengiriman PC Tahun 2020 Catat Rekor Tertinggi

Dalam beberapa waktu ke depan, pengembangan ini akan menguntungkan bagi pasar karena pengguna akan membeli monitor gaming demi mendapatkan pengalaman yang lebih kompetitif.

Berikut perbandingan prediksi pengiriman PC gaming dan monitor berdasarkan laporan IDC bulan September 2020, seperti dihimpun KompasTekno, Senin (25/1/2021).

Kategori produk Prediksi Pengiriman 2020 (dalam juta) Prediksi Pengiriman 2024 (dalam juta) CAGR 2020-2024
Desktop 14,8 15,8 1,6 %
Monitor 12,4 16,0 6,4 %
Notebook 22,3 30,2 7,9 %
Total 49,6 61,9 5,7 %

Baca juga: Pasar Smartphone Dunia Turun Bukan Semata gara-gara Covid-19

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

15 Link Download Twibbon Hari Keluarga Nasional 2022 dan Cara Pakainya

15 Link Download Twibbon Hari Keluarga Nasional 2022 dan Cara Pakainya

Internet
Link Pendaftaran Jalur Seleksi Mandiri Universitas Negeri Malang serta Syarat, Biaya, dan Jadwalnya

Link Pendaftaran Jalur Seleksi Mandiri Universitas Negeri Malang serta Syarat, Biaya, dan Jadwalnya

e-Business
Buntut Kasus Roe v. Wade, Facebook dan Instagram Hapus Postingan Soal Aborsi

Buntut Kasus Roe v. Wade, Facebook dan Instagram Hapus Postingan Soal Aborsi

Internet
Buka HP untuk Akses MyPertamina saat di SPBU Diklaim Aman, Angkat Telepon yang Berbahaya

Buka HP untuk Akses MyPertamina saat di SPBU Diklaim Aman, Angkat Telepon yang Berbahaya

Gadget
Samsung Galaxy A23 Versi 5G Muncul di Geekbench, Ini Bocoran Spesifikasinya

Samsung Galaxy A23 Versi 5G Muncul di Geekbench, Ini Bocoran Spesifikasinya

Gadget
Patch Mobile Legends 1.6.94 Rombak Hero Leomord, Vexana, dan Faramis

Patch Mobile Legends 1.6.94 Rombak Hero Leomord, Vexana, dan Faramis

Software
Link Pengumuman PPDB Jakarta 2022 Jalur PTO dan Zonasi serta Cara Lapor Diri Online

Link Pengumuman PPDB Jakarta 2022 Jalur PTO dan Zonasi serta Cara Lapor Diri Online

e-Business
Ancaman Cap Perusahaan Ilegal untuk Google, Twitter, Meta dkk di Indonesia...

Ancaman Cap Perusahaan Ilegal untuk Google, Twitter, Meta dkk di Indonesia...

Internet
Xiaomi 12S dengan Kamera Leica, Meluncur 4 Juli

Xiaomi 12S dengan Kamera Leica, Meluncur 4 Juli

Gadget
Hari Ini 15 Tahun Lalu, iPhone Pertama Meluncur ke Publik

Hari Ini 15 Tahun Lalu, iPhone Pertama Meluncur ke Publik

Gadget
Cara Membuat Teks Terbalik di WhatsApp, Tanpa Aplikasi Tambahan

Cara Membuat Teks Terbalik di WhatsApp, Tanpa Aplikasi Tambahan

Software
Bos Pabrik Perakit iPhone Temui Jokowi di Bogor

Bos Pabrik Perakit iPhone Temui Jokowi di Bogor

e-Business
Ada Larangan Main HP di SPBU, Amankah Buka Aplikasi MyPertamina Saat Beli Pertalite?

Ada Larangan Main HP di SPBU, Amankah Buka Aplikasi MyPertamina Saat Beli Pertalite?

Software
iPhone 15 Jadi yang Terakhir Pakai Colokan Lightning?

iPhone 15 Jadi yang Terakhir Pakai Colokan Lightning?

Gadget
Ini Sebab Harga Makanan di 'Ojol Food' Lebih Mahal di Aplikasi Dibanding Resto

Ini Sebab Harga Makanan di "Ojol Food" Lebih Mahal di Aplikasi Dibanding Resto

e-Business
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.