Bukan Urutan Alfabet, Ini Alasan Keyboard Pakai Susunan QWERTY

Kompas.com - Diperbarui 14/08/2021, 08:55 WIB
Keyboard QWERTY di perangkat smartphone. EngadgetKeyboard QWERTY di perangkat smartphone.
Penulis Bill Clinten
|
Editor Oik Yusuf

Sekitar 1990-an, keyboard QWERTY mulai diadopsi di perangkat portabel yang mudah dibawa-bawa, salah satunya adalah Personal Data Assistants (PDA).

Baca juga: Apa Itu HP Kentang Menurut YouTuber dan Pengamat Gadget?

Dari sini, layout papan ketik QWERTY terus diadopsi oleh sejumlah komputer, laptop, dan smartphone masa kini. Di ponsel, keyboard tersebut menjadi layout bawaan yang bisa digunakan untuk input berbagai macam teks.

Meskipun memiliki susunan huruf yang sama, ada sejumlah perbedaan ada keyboard QWERTY orisinal yang dipatenkan Sholes dengan keyboard QWERTY masa kini.

Apabila menilik gambar ilustrasi di atas, keyboard QWERTY Sholes tak memiliki angka "0" dan "1". Kemudian, huruf "X" dan "C" juga diposisikan terbalik. Selain itu, huruf "M" juga diletakkan di sebelah huruh "L", bukan huruf "N" seperti keyboard modern.

Bukan hanya QWERTY

Meski terlihat modern dan banyak diadopsi, keyboard QWERTY ternyata tidak sendirian. Pada 1930-an, seorang psikolog bernama August Dvorak memperkenalkan sebuah alternatif layout papan ketik baru yang dijuluki "Dvorak".

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Google Perkenalkan Keyboard Braille di Android untuk Tunanetra

Keyboard ini disusun sedemikian rupa agar jari-jari pengguna bisa dengan mudah menjangkau huruf yang sering digunakan, seperti berbagai huruf vokal "A", "I", "U", "E", dan "O".

Berbagai karakter ini dideretkan di baris tengah keyboard, atau biasa disebut area home key. Menurut riset yang dilakukan oleh Dvorak sendiri, susunan keyboard ini bisa membantu pengguna mengetik lebih efisien.

Susunan keyboard Dvorak.Medium Susunan keyboard Dvorak.

Selain Dvorak, ada pula susunan papan ketik yang bernama "QWERTZ" hingga "AZERTY".

Keyboard QWERTZ, yang lumrah dipakai di Jerman, memindahkan posisi huruf "Z" ke huruf "Y". Kemudian, papan ketik AZERTY, yang biasa dipakai di Perancis, memindahkan huruf "A" dan "Z" ke atas, menggantikan posisi "Q" dan "W".

Baca juga: Logitech Rilis Keyboard Mekanik K845 dengan Backlight

Kendati masih dipakai, layout keyboard Dvorak, QWERTZ, hingga AZERTY tampaknya belum bisa mengalahkan popularitas QWERTY sampai sekarang, kecuali di negaranya masing-masing.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Sumber Forbes,
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.