Pendiri Huawei Ungkap Rahasia Perusahaan Bertahan dari Tekanan AS

Kompas.com - 26/01/2021, 10:13 WIB
CEO dan pendiri Huawei Ren Zhengfei. (Reuters/Bobby Yip) Bobby YipCEO dan pendiri Huawei Ren Zhengfei. (Reuters/Bobby Yip)

KOMPAS.com - Pada 2018, Pemerintah Amerika Serikat (AS) di bawah administrasi Donald Trump memasukkan Huawei dan afiliasinya ke daftar hitam "entity list". Sejak saat itu, perusahaan asal China itu tidak bisa leluasa berbisnis dengan perusahaan asal AS mana pun.

Bisnis global Huawei terseok, terutama lini smartphone yang masih mengandalkan Google sebagai pemasok sistem operasi Android yang diandalkan Huawei untuk pasar di luar China.

Menurut data Canalys, pada kuartal III-2020, pengiriman smartphone Huawei turun hingga 23 persen. Kendati demikian, Huawei masih bercokol di tiga besar vendor smartphone global.

CEO sekaligus pendiri Huawei, Ren Zhengfei, akhirnya mengungkap kunci bagaimana Huawei bisa bertahan di tengah gempuran sanksi AS.

Desentralisasi operasional, penyederhanaan lini produk, fokus dalam mengumpulkan keuntungan, dan mempertahankan tingkat gaji selama tiga hingga lima tahun ke depan, disebut Zhengfei sebagai kunci Huawei bertahan dari tekanan AS.

Baca juga: Serangan Terakhir Trump Jelang Lengser, Larang Huawei Pakai Prosesor Intel

Hal itu dikatakan Zhengfei dalam pidatonya yang dibuat pada Juni 2020, tetapi baru diungkap ke publik baru-baru ini.

Dalam pidato tersebut, Zhengfei mengatakan sulit bagi Huawei menjalankan rencana awal untuk melakukan globalisasi setelah bisnisnya diperketat Pemerintah AS.

"Ada ketidakcocokan yang besar antara kemampuan dan strategi," kata Zhengfei yang kemudian menambahkan bahwa perusahaannya harus memulai semua dari awal.

Pendiri Huawei yang mempunyai latar belakang militer itu juga mengatakan bahwa perusahaan tidak akan kalah dari AS. Pria berusia 76 tahun itu juga mengatakan, ratusan kader Huawei secara sukarela diturunkan jabatannya untuk menyesuaikan gaji.

Ia pun mengatakan, Huawei menanamkan investasi sebesar 20 miliar dollar AS untuk riset dan pengembangan setiap tahun. Namun, Zhengfei mengatakan, pendapatannya hanya 40 persen, sedangkan 60 persen dari anggaran investasi disebut "dibakar seperti lilin".

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X