Pupusnya Harapan Balon Google Menyebar Internet di Indonesia

Kompas.com - 27/01/2021, 09:05 WIB
Balon google terbang di ketinggian 20 Km di Indonesia. GoogleBalon google terbang di ketinggian 20 Km di Indonesia.

KOMPAS.com - Pada 2011, Google menginisiasi proyek balon penyebar sinyal internet, yang diberi nama Project Loon.

Balon ini sedianya dapat menyebar jaringan internet ke berbagai penjuru wilayah yang sulit dijangkau oleh infrastruktur internet konvensional, misalnya karena faktor biaya ataupun geografi.

Indonesia menjadi salah satu negara yang menyatakan minatnya menggunakan balon internet Google tersebut. Pada tahun 2015, tiga operator utama Indonesia, yakni Indosat, XL, dan Telkomsel juga diketahui telah menandatangani kerja sama uji coba Google Loon di Indonesia.

Saat uji coba tahun 2016, balon internet itu diterbangkan di frekuensi 900 Mhz di sejumlah wilayah Indonesia. Sedianya waktu pengujian ini berlangsung satu tahun. Setelah rampung, komersialisasinya membutuhkan waktu dua hingga tiga tahun.

Baca juga: Muncul Lagi, Rencana Pakai Balon Internet Google di Indonesia

Jadi, jika pengujiannya dilakukan tahun 2016, Google Loon seharusnya sudah mulai beroperasi paling cepat pada 2018 atau 2019. Namun karena terbentur regulasi, hingga tahun 2020 lalu Google Loon masih sekadar angan belaka.

(kanan ke kiri) Pendiri Google Sergey Brin, Dirut Telkomsel Ririek Adriansyah, Dirut XL Axiata Dian Siswarini, Presdir Indosat Alexander Rusli, dan Mike Cassidy, Project Leader Project Loon di Google X dalam acara peresmian kesepakatan masuknya Google Loon ke Indonesia pada Mountain View, Rabu (28/10/2015).Wicak Hidayat/KOMPAS.com (kanan ke kiri) Pendiri Google Sergey Brin, Dirut Telkomsel Ririek Adriansyah, Dirut XL Axiata Dian Siswarini, Presdir Indosat Alexander Rusli, dan Mike Cassidy, Project Leader Project Loon di Google X dalam acara peresmian kesepakatan masuknya Google Loon ke Indonesia pada Mountain View, Rabu (28/10/2015).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Memasuki tahun 2021, adopsi Google Loon di Indonesia kembali terdengar. Pada pertengahan Januari 2021, dua operator seluler Indonesia, yakni Indosat Ooredoo dan XL Axiata kembali menyatakan minatnya terhadap Google Loon untuk membawa internet ke wilayah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal).

Niat Indosat menggunakan Google Loon bahkan sudah melangkah ke tahap diskusi awal. Hal ini disampaikan oleh Natasha Nababan selaku Chief Legal & Regulatory Officer Indosat Ooredoo dalam acara Paparan Publik Insidentil - PT. Indosat Tbk, Selasa (12/1/2021).

"Saat ini diskusi kami dengan pihak Google masih dalam tahap awal. Namun sebagai perusahaan, tentu kami berkomitmen menyediakan interkoneksi di seluruh pelosok Indonesia," lanjut Natasha.

Namun tak dinyana-nyana, pada Jumat (22/1/2021), perusahaan induk Google, Alphabet justru mengumumkan akan menghentikan operasi Google Loon.

Menanggapi kabar tersebut, VP-Head of Strategic Communication Management Indosat Ooredoo, Adrian Prasanto mengaku telah mengetahui nasib akhir Google Loon ini.

Baca juga: Wacana Balon Internet Google Loon di Indonesia dan Hambatannya

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X