Pupusnya Harapan Balon Google Menyebar Internet di Indonesia

Kompas.com - 27/01/2021, 09:05 WIB

Menurut Adrian, pihak Indosat secara otomatis juga tidak akan melanjutkan diskusi dengan Google Loon.

"Walaupun demikian, kami merasa bangga karena sudah menjadi bagian dari eksplorasi solusi inovatif yang dilakukan Google," ungkap Adrian melalui pesan singkat kepada KompasTekno, Selasa (26/1/2021).

Karena proyek Google Loon sudah dihentikan, Adrian mengungkapkan Indosat akan terus mencari pemain global lainnya yang bisa mendukung misi perusahaannya melakukan pemerataan digital di seluruh Indonesia.

Sedangkan dari pihak XL Axiata sendiri, mengaku dari awal pihaknya memang tidak membatasi diri dengan teknologi tertentu, termasuk dengan satelit maupun Google Loon ini.

"Kami terbuka dan terus mengeksplor teknologi-teknologi baru lainnya yang memiliki beban biaya yang efektif, dan dapat mempercepat penetrasi ke area-area yang tidak terjangkau sebelumnya," kata Tri Wahyuningsih, Group Head Corporate Communications XL Axiata kepada KompasTekno.

Wanita yang akrab disapa Ayu itu membenarkan bahwa XL Axiata memang sempat melihat Google Loon sebagai salah satu teknologi yang dinilai bisa digunakan untuk menyebar jaringan internet di pelosok Indonesia.

Namun, ia menggarisbawahi dalam praktiknya, penerapan teknologi balon internet Google ini harus mengikuti regulasi yang ada di Indonesia.

Walaupun Google Loon dihentikan operasinya, XL Axiata tetap akan mendukung pemerintah dalam melakuan penyediaan infrastruktur dan layanan telekomunikasi diberbagai wilayah Indonesia, termasuk di wilayah pelosok-pelosok.

Baca juga: Sikap Indonesia, antara Google Loon dan OpenBTS

Ayu mengatakan, komitmen ini diwujudkan diantaranya dengan melakukan kerjama dengan Kominfo dan BAKTI melalui mekanisme USO (universal service obligation), termasuk juga dengan memanfaatkan Palapa Ring.

Di samping itu, Ayu juga mengungkapkan pihaknya sedang meninjau berbagai teknologi baru yang dinilai mampu mendukung komitmen tersebut, salah satu di antaranya adalah Open RAN HTS (high throughput satellite – satelit kapasitas tinggi).

Sebagai informasi, layanan Google Loon rencananya baru akan dimatikan dalam beberapa bulan ke depan. Faktor biaya diketahui menjadi alasan di balik penutupan proyek ini.

Alphabet mengaku perusahaan tidak menemukan cara untuk menekan biaya operasi Project Loon, sehingga bisnis yang berkelanjutan sulit untuk dicapai.

“Jalan menuju kelangsungan komersial telah terbukti memakan waktu lebih lama dan lebih berisiko dari yang kami harapkan. Jadi kami membuat keputusan sulit untuk menutup Loon," tulis Astro Teller, Kepala Lab Penelitian X.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.