Xiaomi Minta Maaf ke Pembeli Asli Poco M3 yang Dibatalkan

Kompas.com - 29/01/2021, 08:21 WIB
Tampilan kotak kemasan Poco M3 versi Indonesia KOMPAS.com/Kevin Rizky PratamaTampilan kotak kemasan Poco M3 versi Indonesia

KOMPAS.com - Sejumlah transaksi flash sale Poco M3 yang digelar di Lazada pada 26 Januari 2021, lalu dibatalkan oleh Xiaomi Indonesia.

Xiaomi beralasan menemukan sejumlah transaksi yang teridentifikasi sebagai "aktivitas tidak wajar" dan mengarah ke tindakan merugikan banyak pihak. Kemungkinan yang dimaksud adalah para tengkulak.

Namun tidak sedikit pembeli asli Poco M3 (yang bukan tengkulak) mengeluh, karena status pemesanannya juga mendadak ikut dibatalkan. Terkait hal tersebut, Xiaomi Indonesia meminta permohonan maaf.

"Kami mohon maaf bagi pembeli asli yang terkena dampak, kami akan terus bekerja bersama partner untuk memperbaiki sistem agar bisa lebih baik lagi," kata Stephanie Sicilia, Head of Public Relations, Xiaomi Indonesia melalui pesan singkat.

Baca juga: Sistem Flash Sale dan "Pemaksaan" COD di Balik Insiden Penjualan Poco M3

Belum jelas bagaimana nasib pembeli yang terdampak pembatalan transaksi ini, apakah mereka akan mendapatkan ganti rugi akibat pembatalan, seperti mendapat akses khusus untuk mengikuti flash sale hari ini, atau tidak.

Xiaomi Indonesia hanya menganjurkan pembeli terdampak untuk mengikuti kembali flash sale tambahan Poco M3, yang digelar Xiaomi dan Lazada hari ini, Jumat (29/1/2021).

"Untuk saat ini, kami mohon pengertiannya dan bagi calon pembeli yang tetap ingin mendapatkan Poco M3, bisa berpartisipasi di penjualan berikutnya," imbuh Stephanie.

Xiaomi juga tidak menjelaskan lebih lanjut kriteria transaksi yang disebut "tidak wajar" sehingga mengalami pembatalan.

Dihubungi secara terpisah, Lazada hanya mengatakan pihaknya "secara rutin melakukan pengawasan ketat terhadap transaksi yang dilakukan di platform" tanpa menjabarkan pengawasan ketat seperti apa yang dimaksud.

Baca juga: Penjualan Ponsel Xiaomi Digelar, Pembeli Bukan Tengkulak Kembali Tidak Kebagian

PR Manager Xiaomi Indonesia, Andi Renreng mengatakan pembatalan transaksi diklaim sebagai cara untuk memerangi pihak yang menjual kembali produk yang didapatkan melalui flash sale, dengan harga di atas harga resmi.

Andi menambahkan upaya ini adalah bagian dari komitmen untuk memastikan konsumen mendapat produk dengan harga resmi dan membangun ekosistem penjualan dan distribusi di Indonesia yang lebih kuat.

"Kami berkomitmen untuk melindungi konsumen dan memastikan semua orang mendapatkan kesempatan yang sama untuk mendapatkan inovasi dan teknologi dari smartphone Poco," kata Andi dalam keterangan resmi yang diterima KompasTekno, Kamis (28/1/2021).

Beberapa waktu lalu, Poco Indonesia mengklaim telah menjual 50.000 unit Poco M3 dalam waktu 5 menit lewat program flash sale yang digelar di tiga kanal e-commerce yakni Lazada, Akulaku, dan Mi.com pada 26 Januari lalu.

Baca juga: YouTuber Juga Kena Pembatalan Flash Sale Poco M3, Ini Respons Xiaomi



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X