Facebook Ingin Kurangi Konten Berbau Politik di News Feed

Kompas.com - 29/01/2021, 13:36 WIB
CEO Facebook Mark Zuckerberg saat memberikan kesaksian di depan senat atas skandal kebocoran data pengguna Facebook oleh Cambridge Analytica. Brendan Smialowski / AFPCEO Facebook Mark Zuckerberg saat memberikan kesaksian di depan senat atas skandal kebocoran data pengguna Facebook oleh Cambridge Analytica.

"Ini adalah kelanjutan dari pekerjaan yang telah kami lakukan untuk sementara waktu untuk menurunkan tensi, serta mencegah komunitas dan diskusi yang memecah belah," ungkap Zuckerberg sebagaimana dihimpun KompasTekno dari CNBC, Jumat (29/1/2021).

Baca juga: Zuckerberg Tangguhkan Akun Facebook dan Instagram Donald Trump Tanpa Batas Waktu

Sebagai informasi, Facebook sebelumnya sempat sementara membatasi konten-konten politis di Amerika Serikat sebulan menjelang pemilu AS berlangsung, tepatnya pada Oktober 2020.

Namun, kali ini Facebook ingin mengadopsi langkah tersebut secara permanen untuk seluruh basis pengguna platformnya di berbagai negara, bukan hanya di AS saja.

Di samping itu, peristiwa penyerbuan Gedung Capitol Hill oleh para pendukung mantan Presiden AS Donald Trump pada awal Januari 2021 lalu, juga agaknya menjadi alasan lain di balik rencana Facebook mengurangi konten politis ini.

Saat kerusuhan terjadi, Facebook menangguhkan akun mantan Presiden AS Donald Trump tanpa batas waktu karena dinilai menggunakan media sosial untuk menghasut dan memantik kekerasan dan kerusuhan di Gedung Capitol Hill, Washington DC, AS.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Halaman:


Sumber CNBC
Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X