5 Hal yang Dilakukan Bos Perusahaan Teknologi Setelah Mundur dari Jabatan

Kompas.com - 08/02/2021, 07:01 WIB
Pendiri Amazon, Jeff Besos. ReutersPendiri Amazon, Jeff Besos.

KOMPAS.com - Belum lama ini, Jeff Bezos, mengumumkan pengunduran dirinya dari jabatan CEO Amazon. Setelah mundur, ia akan menjabat sebagai Ketua Eksekutif Dewan di Amazon.

Posisi CEO Amazon kemudian bakal diwariskan kepada Andy Jassy yang saat ini masih menjabat sebagai CEO Amazon Web Services (AWS). Pergantian posisi tersebut akan berlaku mulai kuartal ketiga 2021 mendatang.

Sebelum Bezos, ada juga beberapa pendiri perusahaan teknologi lain yang sudah lebih dulu mundur dari perusahaan yang mereka rintis.

Mereka mengerjakan hal-hal lain baik yang masih berkaitan dengan teknologi maupun tidak. Berikut ini adalah lima hal yang dilakukan para pendiri perusahaan teknologi setelah melepas jabatannya.

1. Steve Wozniak (Apple)

Steve WozniakBloomberg Steve Wozniak
Steve Wozniak bersama Steve Jobs merintis Apple Inc sejak 1975. Kiprah Wozniak di Apple terbilang singkat. Pada 1985, Wozniak lebih dulu meninggalkan Apple dengan sejumlah alasan.

Setelah meninggalkan Apple, Wozniak terlibat dalam mendirikan sejumlah perusahaan teknologi lain. Ia juga belum lama ini meluncurkan bisnis dalam bidang cryptocurrency yang membantu perusahaan mendapatkan uang untuk proyek ramah lingkungan.

Baca juga: Steve Wozniak Juga Pernah Dibui gara-gara Bom Palsu

Sementara Steve Jobs, meninggal dunia pada tahun 2011 lalu karena kanker pankreas yang ia derita.

2. Bill Gates (Microsoft)

Pendiri Microsoft, Bill Gatesreuters.com Pendiri Microsoft, Bill Gates
Bersama dengan Paul Allen, Bill Gates pertama kali mendirikan Microsoft pada 1975. Setelah 25 tahun menjabat sebagai CEO Microsoft, Gates mengundurkan diri dari perusahaan pada tahun 2000.

Setelah melepas jabatannya, Gates kemudian mengisi posisi dewan direksi di Microsoft hingga Maret 2020 lalu. Kini, Gates mengaku tengah menghabiskan waktu lebih banyak untuk mendalami bidang filantropi.

Selama ini, Bill Gates memang sering membuat kegiatan sosial. Bahkan, ia juga turut berpartisipasi dalam membantu menanggulangi wabah Covid-19.

Melalui yayasan miliknya dan sang istri, yakni Bill & Melinda Gates Foundation, Gates diketahui telah menghabiskan dana sebesar 400 juta dollar AS (sekitar Rp 5,6 triliun) untuk mempercepat proses distribusi vaksin secara global.

Baca juga: Bill Gates Pamer Foto Saat Disuntik Vaksin Covid-19

3. Larry Page (Google)

Salah seorang pendiri Google, Larry PageReuters Salah seorang pendiri Google, Larry Page
Usai melepas jabatannya sebagai CEO Alphabet pada tahun 2019 lalu, Larry Page kini terlibat dalam start-up baru, yakni Zee.Aero dan Kitty Hawk sebagai investor.

Kedua perusahaan tersebut diketahui fokus dalam mengembangkan moda transportasi mobil terbang (flying-car).

Bersama dengan Sergey Brin, Larry Page merintis Google sejak 1998. Google kini berada di bawah kepemimpinan Sundar Pichai yang merangkap sebagai CEO Google dan Alphabet.

4. Pierre Omidyar (eBay)

Pierre Omidyar, pendiri eBayBusiness Insider Pierre Omidyar, pendiri eBay
Pierre Omidyar mendirikan sebuah situs lelang pada 1995. Situs tersebut kemudian dikenal sebagai eBay sampai saat ini.

Omidyar berada di dewan direksi eBay hingga September 2020 lalu. Setelah meninggalkan jabatannya di eBay, Omidyar yang merupakan penduduk Hawaii mendirikan media lokal bernama Honolulu Civil Beat.

Ia juga mendirikan First Look Media, perusahaan yang kemudian menjadi induk dari portal media digital ternama, The Intercept.

Baca juga: eBay Gugat Amazon karena Merayu Pelapak Berprestasi

Dihimpun KompasTekno dari Business Insider, Senin (8/2/2021), Omidyar menggelontorkan dana sebesar 300 juta dollar AS (sekitar Rp 4,2 triliun) mendukung perusahaan startup dan korban yang terdampak selama pandemi. Ia juga dikenal aktif dalam bidang filantropis.

5. Steve Case (AOL)

Steve Case, pendiri AOL.BusinessInsider Steve Case, pendiri AOL.
Portal berita online asal AS, America Online (AOL), didirikan oleh Steve Case, Jim Kimsey, dan Marc Seriff pada tahun 1991.

Meski kini sudah menjadi salah satu portal berita terbesar, namun sepak terjang AOL tidak selalu mulus. AOL sempat melalui masa-masa sulit ketika melakukan merger dengan Time Warner.

Steve Case kemudian memutuskan untuk melepas dari posisi pimpinan perusahaan pada 2003 setelah mendapat kritik pedas dari para investor.

Selang dua tahun kemudian, Case mulai mendirikan Revolution, sebuah perusahaan berfokus pada pendanaan startup di luar Silicon Valley.

Baca juga: Layanan Chatting AOL Ditutup setelah 20 Tahun

Ia pun turut meresmikan sebuah yayasan filantropi dan mengisi posisi dewan di Smithsonian Institute.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X