Gara-gara WhatsApp, Telegram Melejit Jadi Aplikasi Terpopuler

Kompas.com - 09/02/2021, 10:09 WIB
ilustrasi Telegram dan WhatsApp express.co.ukilustrasi Telegram dan WhatsApp

KOMPAS.com - Telegram menjadi aplikasi non-gaming paling populer atau yang paling banyak diunduh sepanjang bulan Januari 2021. Hal ini diungkap oleh firma riset Sensor Tower dalam laporan "Top Apps Worldwide for January 2021 by Downloads".

Berdasarkan laporan Sensor Tower, Telegram telah diunduh sebanyak lebih dari 63 juta kali sepanjang Januari 2021. Angka tersebut 3,8 kali lebih banyak dibandingkan total unduhan Telegram pada periode waktu yang sama tahun lalu.

Sensor Tower turut menyatakan bahwa negara yang paling banyak mengunduh aplikasi ini adalah India, yang menyumbang 24 persen dari total unduhan Telegram.

Baca juga: Tinggalkan WhatsApp, Lebih Baik Pilih Signal atau Telegram?

Setelah India, Indonesia menjadi negara kedua yang mencatat angka unduhan terbanyak untuk Telegram dengan menyumbang angka 10 persen.

Di bawah Telegram, aplikasi yang paling banyak diunduh adalah TikTok dengan lebih dari 62 juta unduhan. China menjadi negara yang paling banyak mengunduh TikTok dengan menyumbang angka sebesar 17 persen, diikuti Amerika Serikat dengan persentase 10 persen.

Daftar aplikasi paling banyak diunduh pada bulan Januari 2021 versi Sensor Tower.Sensor Tower Daftar aplikasi paling banyak diunduh pada bulan Januari 2021 versi Sensor Tower.

Menyusul di bawah TikTok, posisi ketiga hingga kelima masing-masing diisi oleh Signal, Facebook, WhatsApp, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari Gadgets 360, Senin (8/2/2021).

Tingginya angka pengguna baru Telegram merupakan buntut dari pembaruan kebijakan layanan dan privasi pesaingnya, WhatsApp, yang digulirkan beberapa waktu lalu.

Salah satu pembaruan yang membuat pengguna khawatir adalah soal berbagi informasi (sharing information) antara WhatsApp dengan perusahaan induknya, Facebook.

Baca juga: Akibat Kebijakan Baru WhatsApp, Pengguna Telegram Tembus 500 Juta

Melalui laman FAQ, WhatsApp menginformasikan bahwa berbagai data pengguna termasuk nomor telepon, alamat IP, data transaksi, hingga informasi perangkat akan diteruskan ke Facebook.

Walhasil, sebagian para pengguna WhatsApp berbondong-bondong untuk mengunduh beralih kepada aplikasi pesan instan lain yang dianggap lebih "aman", seperti Telegram dan Signal.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X