Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cerita di Balik Keputusan Elon Musk Borong Bitcoin Rp 21 Triliun

Kompas.com - 09/02/2021, 19:18 WIB
Wahyunanda Kusuma Pertiwi,
Reska K. Nistanto

Tim Redaksi


KOMPAS.com
- Ketika Elon Musk berbalas kicauan dengan influencer mata uang kripto, Michael Saylor pada Desember 2020 lalu, tak banyak yang menyangka Musk akan membuat keputusan yang membuat heboh pasar mata uang kripto bitcoin.

Kala itu, Saylor memberi usulan kepada Musk untuk memindahkan sebagian aset Tesla dari dollar AS ke bitcoin.

Dan kini, perusahaan mobil listrik milik Elon Musk, Tesla baru saja memborong bitcoin sebesar 1,5 miliar dolar AS atau setara Rp 21 triliun. Akibatnya, harga mata uang bitcoin melambung ke angka 44.200 dolar AS atau Rp 618,8 juta.

Apa dan bagaimana ceritanya sehingga Elon Musk memutuskan untuk berinvestasi di bitcoin? Ceritanya bermula saat Musk mengunggah meme di Twitter, ia ingin hidup normal, dan tidak ingin tergoda oleh bitcoin.

Baca juga: Tesla Borong Bitcoin Senilai Rp 21 Triliun, Untuk Apa?

Saylor yang melihat unggahan meme Musk itu, membalasnya dengan memberi usulan agar Musk memindahkan sebagian aset Tesla dari bentuk dollar AS ke bitcoin.

"Kalau mau bikin investor untung, pindahin aset Tesla dari dollar AS ke bitcoin. Perusahaan lain di S&P 500 akan mengikuti langkah Anda dan pada akhirnya keuntungannya akan berlipat ganda," tulis Saylor.

Lantas, Musk pun bertanya, memangnya transaksi besar semacam itu mungkin untuk dilakukan? Saylor yang juga merupakan CEO dan pendiri perusahaan analitik saham MicroStrategy, menjawab bahwa hal itu mungkin saja dilakukan.

"Saya membeli bitcoin 1,3 miliar dollar AS bulan lalu," aku Saylor sembari mengatakan akan senang hati berbagi tentang cara main bitcoin dengan Musk secara tatap muka.

Sebulan berikutnya, Musk pun membuktikan sendiri ucapan Saylor, dan melakukan transaksi dengan nilai 1,5 miliar dolar AS atau setara Rp 21 triliun, jauh melebihi transaksi yang dilakukan Saylor.

Musk berencana memanfaatkan bitcoin sebagai alat pembayaran yang sah untuk Tesla, perusahaan mobil listrik rintisannya. Jika direalisasikan, Tesla akan menjadi produsen mobil pertama yang menerapkan metode pembayaran tersebut.

Harga bitcoin sendiri kini masih merangkak naik. Saat berita ini ditulis, harga bitcoin menyentuh angka 47.102 dolar AS (sekitar Rp 659,7 juta) menurut laman pemantau nilai tukar mata uang kripto CoinDesk.

Mengaku terlambat

Pertanda lain Elon Musk akan bergabung dengan bitcoin adalah pada 29 Januari 2021, Musk juga sempat mengganti bio Twitternya dengan "#bitcoin", menurut laporan SEA Mashable.

Bio tersebut sempat mendongkrak harga bitcoin hingga 20 persen saat itu. Bukan cuma di Twitter, Musk juga mengumumkan bahwa dirinya adalah pendukung bitcoin di aplikasi Clubhouse yang saat ini tengah naik daun.

Baca juga: Efek Tesla, Harga Bitcoin Tembus Rekor Baru

Musk menyadari sepenuhnya apa pun yang dia katakan akan mempengaruhi pasar.

"Saya harus hati-hati kalau ngomong di sini karena omongan saya bisa benar-benar mempengaruhi pasar," kata Musk, dihimpun KompasTekno dari CNBC.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com