Hacker Mencoba Racuni Pasokan Air di Florida

Kompas.com - 10/02/2021, 10:32 WIB
ilustrasi hacker shutterstockilustrasi hacker

KOMPAS.com - Sekelompok peretas ( hacker) mencoba membobol sistem pengolahan air yang menyuplai air minum untuk penduduk Kota Oldsmar di Florida, Amerika Serikat. Para peretas berniat mencemari pasokan air tersebut dengan menambah jumlah kandungan alkali.

Bahan kimia tersebut biasanya digunakan dalam jumlah kecil untuk mengontrol keasaman dalam pasokan air. Namun, jika jumlah kandungan alkali berada pada tingkat yang lebih tinggi, akan berbahaya untuk dikonsumsi.

Menurut Bob Gualtieri, Kepala Kepolisian wilayah Pinellas, peretas mencoba mengambil alih akses komputer salah satu pegawai dari jarak jauh menggunakan software TeamViewer.

"Karyawan itu duduk mengawasi komputer seperti yang biasa dilakukannya dan tiba-tiba, dia melihat sebuah pop-up yang menyebut komputer telah diakses," jelas Gualtieri.

TeamViewer memang banyak digunakan untuk mengakses perangkat dari jarak jauh dengan mengandalkan jaringan internet. Biasanya, para staf TI menggunakan software ini untuk menanggulangi masalah di komputer klien.

Baca juga: Hacker Incar Distributor Vaksin Covid-19

"Kemudian, seseorang menggerakkan kursor, mengklik, dan membuka program lalu memanipulasi sistem," lanjut Gualtieri.

Dari jarak jauh, hacker kemudian menambahkan kuantitas sodium hidroksida alias alkali ke dalam pasokan air. Pegawai itu pun sadar bahwa komputernya tengah diretas dan segera melapor ke atasannya serta ke pihak berwajib.

Untungnya, aksi tersebut berhasil digagalkan dan sistem bisa cepat-cepat membatalkan upaya peretas sehingga hanya sedikit dampak yang ditimbulkan.

"Jumlah sodium hidroksida yang masuk sangat kecil dan bisa segera dibatalkan," kata Gualtieri.

Walikota Oldsmar, Eric Seidel, mengatakan bahwa fasilitas pengolahan air yang terdampak peretasan dilengkapi dengan sistem pengendali lain yang mencegah dosis alkali berlebihan masuk ke pasokan air tanpa diketahui.

Baca juga: Temukan Celah Keamanan, Hacker Dapat Uang Rp 4,2 Miliar dari Apple

Fasilitas pengolahan air yang diretas merupakan fasilitas umum milik kota Oldsmar dengan penduduk sebanyak 15.000 jiwa, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari Reuters, Rabu (10/2/2021).

Hingga saat ini masih belum diketahui siapa yang bertanggung jawab di balik aksi tersebut. FBI dan Secret Service pun ikut dilibatkan dalam penyelidikan kasus peretasan ini.

"Yang paling penting adalah memberi tahu semua orang. Ini akan menjadi peringatan," kata Gualtieri.



Sumber Reuters

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X