Internet Satelit Starlink Milik Elon Musk Sudah Bisa Dipesan

Kompas.com - 13/02/2021, 19:31 WIB

Sistem pre-order dengan membayar deposit ini sama persis dengan sistem pemesanan mobil listrik Tesla yang juga dimiliki Elon Musk. Tesla sengaja mengundang beberapa calon pembeli potensial untuk memesan mobil listrik yang belum sepenuhnya tersedia.

Tujuannya adalah untuk mengumpulkan uang muka yang digunakan untuk membantu menopang perusahaan. Dalam situs web Starlink, ada sebuah keterangan berbunyi bahwa pembayaran deposit "tidak menjamin ketersediaan Kit dan layanan Starlink".

Namun jika layanan Starlink mulai tersedia, pemesan tadi akan diprioritaskan. Untuk menyediakan layanan internet Starlink, SpaceX meluncurkan 1.000 satelit ke low-Earth orbit (LEO) atau orbit Bumi rendah.

Baca juga: Mengenal Google Loon, Balon Internet yang Pernah Diuji Coba di Indonesia

Starlink rencananya akan dijadikan lini bisnis SpaceX yang fokus pada konsumen. Pendapatannya nanti akan digunakan untuk pengembangan roket SpaceX ke Mars.

Setelah pre-order diumumkan, Musk mengunggah twit melalui akun dengan handle @elonmusk, yang mengatakan bahwa Starlink akan berencana melakukan IPO.

"Saat kami bisa memprediksi arus keuangan yang cukup baik, Starlink akan IPO," tulis Musk.

Musk melanjutkan, SpaceX harus bisa menghindari arus kas negatif dalam beberapa tahun ke depan atau membuat Starlink memiliki keuangan yang stabil.

Twit itu menguatkan pernyataan Presiden SpaceX, Gwyne Shotwell tahun lalu di depan para investor.

"Saat ini, kami (SpaceX) adalah perusahaan privat, tapi Starlink adalah jenis bisnis yang tepat yang bisa kami teruskan untuk menjadi perusahaan publik," kata Shotwell saat itu.

Musk berharap Starlink punya nasib lebih baik dibanding konstelasi satelit baru yang selama ini sudah ada dan kemudian bangkrut.

"Kami berharap jadi pertama yang tidak (bangkrut)," katanya.

Selain SpaceX, Amazon juga memiliki rencana yang sama dengan proyek Kuiper. Konstelasi Kuiper rencananya akan memasang 3.000 satelit internet di LEO.

Ada pula perusahaan operator telekomunikasi asal Canada, yakni Telesat yang juga berencana meluncurkan konstelasi Lightspeed pada tahun 2023. Musk dan Bezos berinvestasi sekitar 10 miliar untuk masing-masing konstelasi satelit mereka demi bersaing satu sama lain.

Baca juga: Internet Buatan Elon Musk Diuji Coba, Kecepatan Download Tembus 160 Mbps

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.