Sejarah Google, Raksasa Mesin Pencari yang Hampir Dijual "Murah"

Kompas.com - Diperbarui 26/09/2021, 15:35 WIB
Penulis Bill Clinten
|

Excite masih tidak mau membelinya dan beralasan bahwa tawaran tersebut masih "terlalu tinggi". Hal ini memaksa Page dan Brin pulang ke rumah tanpa mendapatkan kata sepakat dari perusahaan yang dipimpin oleh George Bell tersebut.

Bukan cuma karena harga, ternyata ada alasan lain di balik penolakan Google oleh Excite. Dalam sebuah wawancara, George Bell mengatakan bahwa Larry Page ingin mengganti semua teknologi mesin pencari milik Excite menggunakan Google Search.

Hal itulah yang kemudian menjadi dasar keputusan bagi Excite menolak penawaran Larry Page dan Sergey Brin.

"Apabila kami kerja di Excite (menjual Google), kalian harus menghapus seluruh teknologi Excite dan menggantikannya dengan mesin pencari Google," ujar Page kala itu, menurut pengakuan Bell.

Nah, penolakan Yahoo dan Excite ini membuat Page dan Brin "terjebak" dengan proyek mereka sendiri, sembari berusaha untuk fokus ke pendidikan doktornya masing-masing.

Namun, kondisi itulah yang justru membuat Google seperti sekarang. Saat ini, Google sudah dikenal oleh orang banyak di seluruh dunia dan bisa dibilang melekat di kehidupan sehari-hari.

Nilai atau valuasi perusahaan yang bermarkas di Mountain View, California, AS ini juga semakin melambung dan disebut-sebut sebagai salah satu perusahaan termahal di dunia.

Bahkan, berdasarkan data Marketwatch, valuasi Alphabet, Inc., induk yang menaungi Google, saat ini bernilai 1,42 triliun dolar AS atau sekitar Rp 19.800 triliun

Andaikan Yahoo atau Excite mengakuisis Google kala itu, mungkin kondisinya akan berbeda dari saat ini.

Baca juga: Begini Tampilan Awal Google Maps yang Dirilis 16 Tahun Lalu

Nama yang lahir dari ketidaksengajaan

Soal nama, "Google" bukanlah sebuah nama yang ada di pikiran Page dan Brin ketika mereka memulai proyeknya pada 1996 lalu.

Kala itu, nama Google sebenarnya adalah "BackRub", suatu proyek mesin pencari yang dioperasikan menggunakan server di Universitas Stanford.

Pada 1997, Page dan Brin mengganti nama BackRub menjadi Googol. "Googol" merupakan istilah matematika untuk angka 1 yang diikuti oleh 100 angka nol. Nama ini diambil untuk menjelaskan misi Google sebagai gudang informasi tak terbatas di internet.

Akan tetapi, para investor rupanya salah mengeja nama Googol menjadi Google, dan telanjur menuliskannya dalam cek dan berbagai dokumen.

Hal itu membuat Page dan Brin akhirnya "terpaksa" menggunakan nama Google untuk teknologi mesin pencari mereka hingga sekarang.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.