Jangan Kaget kalau Muncul Spanduk Pengumuman di WhatsApp, Ini Isinya

Kompas.com - 19/02/2021, 09:13 WIB

KOMPAS.com - Jangan kaget bila Anda menjumpai spanduk (banner) di halaman utama aplikasi perpesanan WhatsApp dalam waktu dekat ini. 

Ini adalah bagian dari upaya WhatsApp untuk meyakinkan penggunanya bahwa aplikasi WhatsApp tidak mengambil atau merekam data percakapan pengguna, terkait dengan kebijakan privasi baru, soal berbagi data dengan Facebook.

Spanduk (banner) ini dihiasi dengan latar belakang warna hijau stabilo, sehingga pengguna bisa melihatnya dengan jelas.

Baca juga: Ini Hal Sebenarnya yang Dilakukan WhatsApp Terkait Ultimatum 15 Mei

Meski demikian, pengguna tampaknya bisa menutup in-app banner tersebut dengan mengeklik ikon "x", sebagaimana ilustrasi gambar berikut.

Ilustrasi in-app banner yang mejeng di tampilan utama WhatsApp.WhatsApp Ilustrasi in-app banner yang mejeng di tampilan utama WhatsApp.

Ketika banner ini diklik, maka pengguna bakal diarahkan ke suatu laman yang menjelaskan tentang pembaruan kebijakan privasi WhatsApp, salah satunya adalah klarifikasi bahwa mereka memang tidak akan menguntit percakapan pengguna.

Ada pula laman yang menjelaskan bahwa pengumpulan data percakapan yang terdampak kebijakan baru ini hanyalah percakapan dengan berbagai akun WhatsApp bisnis, bukan percakapan pribadi.

Adapun pengumpulan data ini diklaim hanya digunakan untuk kepentingan pelaku bisnis, marketing, serta iklan di platform Facebook, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari TechCrunch, Jumat (19/2/2021).

Baca juga: 4 Risiko Menggunakan Aplikasi WhatsApp Mod

Usai membaca kebijakan baru tersebut, pengguna lantas bisa menekan tombol "Accept" untuk menyetujuinya.

Kendati demikian, pantauan KompasTekno, Jumat (19/2/2021), banner ini belum muncul di aplikasi WhatsApp versi 2.21.2.18.

Meski belum jelas kapan akan bisa dilihat, pihak WhatsApp agaknya perlahan bakal terus mengingatkan pengguna, salah satunya lewat in-app banner ini, setidaknya hingga kebijakan tersebut berlaku pada 15 Mei 2021 nanti.

Hal ini tentunya bertujuan untuk meyakinkan pengguna agar mereka tetap setia dengan WhatsApp, sehingga mereka tidak beralih ke aplikasi lain macam Telegram, Signal, dan lain sebagainya.

Kebijakan baru WhatsApp

Sebagai informasi, pembaruan kebijakan penggunaan aplikasi yang digulirkan WhatsApp pada awal Januari lalu telah menimbulkan banyak pertanyaan dan kekhawatiran penggunanya.

Poin yang paling banyak disoroti ialah soal berbagi data pengguna antara WhatsApp dan perusahaan induknya, Facebook.

Akibat pembaruan ini pula, sejumlah pengguna WhatsApp memilih untuk pindah ke aplikasi perpesanan instan lainnya, seperti Signal dan Telegram.

Baca juga: WhatsApp Mendadak Muncul di Status Pengguna, Apa Isinya?

Awalnya kebijakan baru ini akan mulai berlaku pada 8 Februari. Jika pengguna tidak menyetujui pembaruan ini, pengguna diarahkan ke laman help center untuk menghapus akunnya.

Namun, WhatsApp mengakui pembaruan kali ini banyak menimbulkan pertanyaan dan membuat pengguna salah paham.

Sehingga, mereka memutuskan untuk menunda pembaruan tersebut hingga 15 Mei 2021 mendatang, dengan alasan agar pengguna lebih memahami maksud kebijakan baru yang bakal diterapkan oleh perusahaan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.