[POPULER TEKNO] Internet Tercepat, Pre-order Starlink, hingga Warnet Jadi Tambang Bitcoin

Kompas.com - 20/02/2021, 14:16 WIB

Apa aja? Pertama, aplikasi ini sekarang baru bisa diunduh dan digunakan oleh orang-orang pakai ponsel dengan sistem operasi iOS versi 13 atau lebih baru. Oiya, belum tentu orang yang udah unduh Clubhouse otomatis bisa langsung join juga loh.

Kok gitu? Iya soalnya, sistem gabung di Clubhouse itu unik. Pengguna baru harus dapet link undangan dari pengguna Clubhouse yang udah punya akun.

Terus pengguna Android gimana nasibnya? Seperti biasa, pengguna Android harus banyak-banyak mengelus dada dan bersabar. Mau tau tiga fakta lain soal Clubhouse? Baca selengkapnya di artikel 5 Fakta terkait Clubhouse.

Belom selesai, guys, bahas Clubhousenya.

Ada apalagi?

Walau lagi naik daun di Indonesia, aplikasi Clubhouse ini terancam diblokir oleh Kominfo, lho.

Soalnya, usut punya usut, Clubhouse ini ternyata belum terdaftar sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) di Indonesia.

Emang aplikasi perlu daftar-daftar juga gitu? Perlu dong. Menurut Juru Bicara Kementerian Kominfo Dedy Permadi, ketentuan ini sesuai dengan Peraturan Menteri Nomor 5 Tahun 2020 yang diundangkan pada November 2020 lalu.

Setiap PSE yang ada di Indonesia harus mendaftarkan diri dalam kurun waktu enam bulan sejak Peraturan Menteri itu berlaku. Artinya, Clubhouse memiliki waktu setidaknya hingga 24 Mei 2021 untuk mendaftarkan diri.

Baca juga: Aplikasi Clubhouse Terancam Diblokir Kominfo

Terus kalo belum daftar sampai tanggal deadline, bakal diapain Clubhouse-nya? Kata Dedy, Clubhouse bisa dapat sanksi administrasi berupa pemutusan akses. 

Jadi, ayo Clubhouse segera daftarkan dirimu ke Kominfo!

Oke, next! Siapa yang habis dapet angpao dan lagi nyari smartphone baru dengan harga terjangkau?

Samsung Galaxy M02GSM Arena Samsung Galaxy M02
Ponsel entry-level Samsung hadir lagi

Samsung Galaxy M02 boleh jadi pertimbangan kalian nih, guys.

Smartphone entry level terbaru dari Samsung ini menawarkan beberapa aspek unggulan, salah satunya baterai jumbo berkapasitas 5000 mAh.

Enggak hanya itu, Galaxy M02 juga dibekali dengan kamera utama 13 MP (f/1.9) dan kamera makro 2 MP (f/2.4) yang ada dibagian punggung, dan satu kamera selfie beresolusi 5MP (f/2.0).

Ponsel ini dibanderol dengan harga Rp 1.349.000. Spesifikasi lengkapnya bisa dibaca di sini ya.

Eh, masih belom scroll ke bawah? Masih nungguin info promo ya? wkwk.

Samsung juga ngadain promo khusus dalam sesi flash-sale yang bakal digelar oleh Samsung pada 22-25 Februari mendatang.

Pada sesi flash-sale, Galaxy M02 akan dijual dengan harga sebesar Rp 1.299.000, sudah termasuk bonus earphone original Samsung senilai Rp 149.000.

Masih ada lagi soal gadget?

Masih, tenang.... Kali ini datang dari brand lain, yaitu BlackBerry. Merek ponsel yang sempat booming pada 2008-2010 ini dikabarkan akan hadir lagi di pasaran.

Bukannya udah nggak diproduksi lagi?

Iya, waktu 2016, BlackBerry secara resmi berhenti produksi ponselnya sendiri. Tapi BlackBerry masih melisensikan mereknya ke perusahaan China, TLC.

TLC sempat membuat produk di bawah merek BlackBerry selama empat tahun. Tapi dia akhirnya dia nyerah juga. Agustus 2020 lalu, TLC juga mengumumkan berhenti produksi ponsel BlackBerry.

Nah, terus ini siapa sekarang yang buat BlackBerry?

Ternyata kali ini ada perusahaan startup asal AS namanya OnwardMobility yang tertarik bikin BlackBerry lagi. OnwardMobility pengen menghadirkan smartphone BlackBerry yang dibekali sistem operasi Android, keyboard fisik QWERTY, dan konektivitas 5G. Kabar bagus nih buat pencinta keyboard fisik.

Startup ini bekerja sama dengan FIH Mobile, pabrikan ponsel Android di bawah Foxconn.

Bakal dirilis kapan?

Katanya sih 2021 ya, tapi OnwardMobility juga masih belum ngasih kabar kapan persisnya smartphone BlackBerry tersebut akan dirilis. Ditunggu aja ya, kalau mau.

Warnet disulap jadi tambang aset kripto

Ada satu berita lagi ,nih, yang sayang kalau dilewatkan. Jadi ada salah satu warung internet (warnet) di Vietnam yang disulap jadi tempat menambang aset kripto.

Beneran disulap? Enggak, maksudnya warnet ini berubah fungsi jadi buat aktivitas menambang aset kripto.

Kenapa banting setir begitu? Usut punya usut, ternyata warnet ini sepi pengunjung gara-gara Covid-19 ini. Akhirnya sang pengelola muter otak untuk dapat pemasukan. Jadilah warnet untuk menambang aset kripto.

Terus nambangnya pake apa? Kalau hardware-nya, sih, tetap pakai PC yang sudah ada. Selain itu, sang pengelola juga pakai kartu-kartu grafis Nvidia yang langka itu, lho, tepatnya model GeForce RTX 3080.

Emang untung ya nambang aset kripto? Walaupun bayar listriknya jadi lebih mahal, sang pengelola warnet mengaku untung. Ini juga gara-gara harga Bitcoin dan Ethereum yang lagi pada tinggi.

Menurut pantauan KompasTekno, per 20 Februari harga satu Bitcoin bernilai Rp 768.960.451.60. Sedangkan, satu Ethereum bernilai Rp 27.767.938. Hmmm... menggiurkan. 

 Baca juga: 5 Besar Penguasa Pasar Smartphone Global Kuartal IV-2020

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X