Ini yang Dicari Netizen Indonesia di Google Selama Pandemi

Kompas.com - 23/02/2021, 19:13 WIB
Logo Google di kantor Google Indonesia, Pacific Century Place SCBD Jakarta CONNEY STEPHANIE/KOMPAS.comLogo Google di kantor Google Indonesia, Pacific Century Place SCBD Jakarta

Salah satu caranya yaitu dengan pendekatan digital dan penyusunan strategi baru agar lebih mudah menjangkau konsumen.

Penelusuran kata kunci "cara membuat aplikasi" juga meningkat hingga 20 persen. Dengan berkurangnya aktivitas jual beli berbagai kebutuhan di toko fisik atau offline, banyak orang mulai beralih ke platform e-commerce untuk melakukan transaksi.

Hal ini menjadi faktor utama peningkatan penggunaan aplikasi belanja online secara signifikan.

Baca juga: Sejarah Google, Raksasa Mesin Pencari yang Hampir Dijual Murah

"Semua perubahan ini membuat konsumen beralih ke platform digital untuk menemukan jawaban dan informasi, guna membantu mereka melewati situasi yang baru pertama kali terjadi ini," tutur Muriel.

Laporan ini juga menunjukkan bahwa sejumlah sektor ikut mengalami perubahan selama periode satu tahun.

  • Perawatan Kecantikan dan Tubuh

Seiring adaptasi rutinitas kecantikan di masa new normal, hal yang dicari pengguna di internet juga ikut berkembang. Penelusuran "cara mewarnai rambut sendiri" naik 95 persen dan "cara menghilangkan gigi hitam" naik 30 persen.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

  • Keuangan

Makin banyak orang Indonesia yang meningkatkan pengetahuannya di bidang keuangan untuk mempersiapkan masa depan. Penelusuran terkait "reksadana" naik 210 persen, "tips menabung" naik 140 persen, "dana darurat" naik 140%, dan “beli emas online” naik 85%.

  • Makanan dan Minuman

Pandemi telah membuat konsumen untuk tetap di rumah saja dan memesan makanan atau minuman dari rumah. Penelusuran "pesan antar" naik 35 persen.

  • Media dan Hiburan

Di masa pandemi, makin banyak konsumen yang kini beralih ke internet untuk mencari informasi dan hiburan. Penelusuran "gaming" dilaporkan naik 210 persen, "olahraga" naik 200 persen, dan "musik" naik 240 persen.

  • Belanja

Orang Indonesia menghindari pergi ke supermarket dan lebih memilih untuk belanja secara online. Penelusuran untuk "produk segar" naik 90 persen, "deterjen" naik 26 persen, dan "ergonomis" naik 155 persen.

  • Teknologi

Orang-orang semakin mengandalkan teknologi untuk menangani berbagai aspek kehidupan sehari-hari. Penelusuran untuk "robot vacuum" naik 80 persen, "webcam" naik 40 persen, dan "air purifier" naik 45 persen.

  • Transportasi dan Pariwisata

Kini, masyarakat rata-rata hanya bisa bepergian ke tempat wisata yang dekat dari rumah. Oleh karena itu, penelusuran mengenai "tiket wahana terdekat" naik 90 persen.

Di sisi lain, proses pembelian dan perawatan kendaraan bermotor juga berpindah ke ranah online. Penelusuran kata "motor bekas" naik 11 persen dan "perpanjang SIM" naik 25 persen.

Muriel juga menambahkan, pihak brand perlu mempelajari dan memahami insight terkait perilaku konsumen saat mereka merencanakan strategi dan campaign perusahaan yang sejalan dengan situasi yang terjadi saat ini.

"Kami harap, laporan terbaru ini dapat memberikan informasi yang dibutuhkan oleh banyak brand di Indonesia untuk membangun kembali bisnis mereka di tahun 2021," pungkas Muriel.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X